12 Feb 2019 09:46

Kondisi Asrama Memprihatinkan, Puluhan Mahasiswa Bolmut Terlantar

Kondisi asrama Mahasiswa asal Bolaang Mongondow Utara di Palu, Sulawesi Tengah. (Febry Husaini for MPO)

MANADOPOSTONLINE.COM--Selain tempat berteduh dari terik dan hujan selama menuntut ilmu, fungsi asrama dijadikan tempat diskusi untuk mengasah intelektual mahasiswa.

 

Hal itu diungkapkan salah satu mahasiswa Febri Husaini, akan tetapi harapan tersebut berbalik dengan kenyataan dengan asrama Kurukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Utara (KPMIBU) Cab Palu. "Karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,"ujar Mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di tanah kaili itu, Selasa (12/2).

Diharapkannya, Pemerintah daerah memberikan perhatian penuh kepada pendirian asrama untuk menunjang mahasiswa Bolmut yang berada di Kota Palu. "Agar mendapatkan tempat khusus sehingga belajar pun akan lebih konsentrasi. Sebab, ada sekitar 40 mahasiswa yang terlantar saat ini,"bebernya.

Padahal, Sekretariat mahasiswa merupakan salah satu aset Pemerintah Daerah maka dengan kondisi yang memprihatinkan sekarang pasca gempa dan proses rehab yang tidak selesai pengerjaannya. "Kami mahasiswa meminta langkah-langkah taktis pihak terkait untuk memperhatikan asrama KPMIBU Cab palu ini,"kritiknya.

Selain itu, persaingan SDM antar negara juga semakin ketat, oleh karena itu meningkatkan pendididkan masyarakat sebagai suatu keharusan. "Sebab asrama bisa menjadi etalase untuk memperkenalkan kebudayaan daerah asal,"ungkapnya

"Kerusakan asrama sudah sangat parah sehingga tidak layak lagi untuk ditempati terlebih asrama ini kondisinya masih lebih baik dibandingkan pasca ada perbaikan karena beberapa bangunan dibangun akibat pekerja yang abal-abal atau asal jadi hanya ingin mencari keuntungan,"ungkapnya lagi

Hal senada disampaikan Vhadil Laiya, Dia mengharpakan  Pemda agar  ada fasilitas sementara yang bisa ditinggali mahasiswa sembari menunggu pembangunan asrama. "Karena beberapa mahasiswa di sini banyak tinggal di kampus dan menginap dengan teman-teman lainnya padahal kami sebagian sudah ada yang mengurus akhir studi,"harapnya.

Kepada Media ini Ketua KPMIBU Cab Palu Eky Lamunte menjelaskan, asrama tersebut terakhir direhab pada Tahun 2015 akan tetapi kenyataan tidak sesuai harapan kami mahasiswa yang pada saat itu langsung meninjau pengerjaan asrama.

"Jujur saja kami mahasiswa lebih nyaman tinggal di asrama sebelumnya walaupun ada berapa kamar yang tidak bisa di tempati pada saat itu karena dinding retak. Selain itu, pasca rehab barang-barang mahasiswa mulai banyak kehilangan seperti laptop, lampu-lampu, dan sebagainnya, karena posisi rehab tidak seperti yang kita harapkan,"kuncinya. (Opan)









Komentar