24 Agu 2014 06:33

Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Menuju PS Terakreditasi A

Oleh

Dr Roike Iwan Montolalu S.Pi MSc

(Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Unsrat)

 

AKREDITASI program studi (PS) sarjana adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen program studi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program akademiknya. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi program studi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan/atau pakar yang memahami penyelenggaraan program akademik program studi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat. Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh program studi yang diakreditasi, diverifikasi dan divalidasi melalui kunjungan atau asesmen lapangan tim asesor ke lokasi program studi (Anonimous, 1998).

Akreditasi merupakan suatu proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan suatu upaya BAN-PT untuk menilai dan menentukan status mutu program studi di perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil, akreditasi merupakan status mutu program studi yang diumumkan kepada masyarakat. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi adalah sebagai berikut  : 1) Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar. 2) Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.  3) Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan (Anonimous, 1999).

Standar akreditasi  program studi sarjana mencakup standar tentang komitmen program studi sarjana terhadap kapasitas institusional dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan, yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi (Anonimous, 1998), yaitu:

Standar 1.     Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian

Standar 2.     Tata pamong,  kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu

Standar 3.     Mahasiswa dan lulusan

Standar 4.     Sumber daya manusia

Standar 5.     Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik

Standar 6.     Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi

Standar 7.     Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama

       Walaupun hanya satu dari tujuh standar akreditasi, namun komponen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat memiliki cakupan 25% komponen kriteria penilaian akreditasi.  Peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sangat perlu untuk menunjang keberhasilan program studi memperoleh nilai akreditasi A.

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat  disamping melaksanakan pendidikan  sebagaimana diamanahkan  oleh  Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20. Sejalan dengan kewajiban tersebut, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45 menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.  Dalam pasal tersebut  juga  ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan civitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Agar amanah di atas dapat dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan penelitian dan pengabdian  kepada masyarakat di perguruan tinggi harus diarahkan untuk mencapai tujuan dan standar tertentu. Secara umum tujuan penelitian di perguruan tinggi adalah (Anonimous, 2013):

  1. menghasilkan  penelitian yang  sesuai dengan  prioritas nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah;
  2. menjamin pengembangan  penelitian unggulan spesifik berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif;
  3. mencapai dan meningkatkan mutu  sesuai target  dan relevansi hasil penelitian bagi masyarakat Indonesia; dan
  4. meningkatkan diseminasi hasil penelitian dan perlindungan HKI secara nasional dan internasional.

Tujuan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi adalah (Anonimous, 2013):

  1. menciptakan inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia dengan melakukan komersialisasi hasil penelitian;
  2. memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung;
  3. melakukan kegiatan yang mampu mengentaskan masyarakat tersisih (preferential option for the poor) pada semua strata, yaitu masyarakat yang tersisih secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya; dan
  4. melakukan alih teknologi, ilmu, dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia dan kelestarian sumberdaya alam.

Penelitian adalah salah satu tugas pokok perguruan tinggi yang   memberikan kontribusi dan manfaat kepada proses pembelajaran,   pengembangan IPTEKS (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni), serta peningkatan mutu kehidupan masyarakat. Program studi   memiliki akses atau road map dan pelaksanaan penelitian yang menunjang terwujudnya visi dan terlaksananya misi program studi dan institusi, serta akses yang luas terhadap fasilitas penelitian yang menunjang. Dosen dan mahasiswa program studi   terlibat dalam pelaksanaan penelitian yang bermutu dan terencana dengan berorientasi pada kebutuhan pemangku kepentingan. Hasil penelitian didiseminasikan melalui presentasi ilmiah dalam forum ilmiah nasional dan internasional dan/atau dipublikasi dalam jurnal  nasional yang terakreditasi dan internasional agar memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan (Anonimous, 2008).

Program studi berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan implementasi program dan kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan membuktikan efektifitas pemanfaatannya didalam masyarakat. Pelayanan /pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sebagai perwujudan kontribusi kepakaran, kegiatan pemanfaatan hasil pendidikan, dan/atau penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, dalam upaya memenuhi permintaan atau memprakarsai  peningkatan kualitas hidup masyarakat.  Program studi harus berpartisipasi aktif dalam pengelolaan, pemanfaatan dan kesinambungan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama pada tingkat perguruan tinggi. Program studi memiliki akses dan mendayagunakan sumberdaya guna mendukung kegiatan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. (Anonimous, 2008).

Tujuan karya inovasi unggul ini yaitu berperan aktif meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan ketersediaan dana sehingga berdampak pada mahasiswa, dosen, institusi, masyarakat dan stakeholder.

Untuk mewujudkan karya inovasi unggul ini, mengalami beberapa permasalahan yang terekam pada borang akreditasi program studi THP tahun 2010, antara lain:

  1. Kurangnya kegiatan dosen Program Studi dalam seminar ilmiah / lokakarya / workshop sebagai penyaji.
  2. Kurangnya pencapaian prestasi dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Kurangnya dana untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Kurangnya aktivitas penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama yang berkontribusi dan berdampak pada proses pembelajaran.
  5. Rendahnya produktifitas dan mutu hasil penelitian dosen program studi yang diakui oleh masyarakat akademis (publikasi dosen pada jurnal nasional terakreditasi - kuantitas dan produktifitas; publikasi dosen pada jurnal internasional - kuantitas dan produktifitas; sitasi hasil publikasi dosen; karya inovatif (paten, karya/produk monumental)
  6. Rendahnya kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dosen program studi yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan (kerjasama, karya, penelitian, dan pemanfaatan jasa/produk kepakaran).

Guna mendorong terlaksananya karya inovasi unggul ini berjalan dengan baik, prodi telah melakukan berbagai upaya yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Mencari informasi terkini dari institusi-institusi penyedia bantuan dana penelitaan dan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Mempelajari panduan penyusunan proposal untuk setiap skema hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Menginformasikan kepada dosen prodi THP tentang kebijakan atau mekanisme pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (kebijakan pendanaan, syarat, kriteria, penilaian dan pendaftaran.
  4. Memberikan pelatihan jika diperlukan tentang pelatihan pembuatan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  5. Membuat / menyusun proposal secara bersama-sama.

 

Mencari informasi terkini dari institusi-institusi penyedia bantuan dana penelitaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Browsing melalui internet merupakan cara mudah mendapatkan informasi terkini tentang institusi yang memberikan bantuan dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

  1. Mempelajari panduan penyusunan proposal untuk setiap skema hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Informasi mengenai panduan penyusunan sangat penting untuk dipelajari karena memuat uraian  setiap  skema  program penelitian dan  pengabdian kepada  masyarakat, yang di dalamnya  juga  memuat penjelasan rinci  tentang  tata  cara  pengajuan, seleksi proposal,  monitoring dan  evaluasi pelaksanaan, serta pelaporan hasil kegiatan.

  1. Menginformasikan kepada dosen prodi THP tentang kebijakan atau mekanisme pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (kebijakan pendanaan, syarat, kriteria, penilaian dan pendaftaran.

Pada setiap rapat dosen prodi THP dan pertemuan informal lainya, kami senantiasa menyampaikan informasi ini sehingga dapat menimbulkan minat dosen untuk mencari tahu, tertarik dan berusaha membuat proposal.  Setiap kesempatan kami menyampaikan bahwa nilai tambah membuat proposal antara lain : berguna bagi dosen yang akan mengikuti seleksi serdos, memudahkan dosen membuat Beban Kinerja Dosen (BKD/LKD).  Sebagian besar dosen mengalami kesulitan mendapatkan status / hasil memenuhi (M), disebabkan kurangnya atau tidak adanya komponen penelitian atau pengabdian kepada masyarakat.

  1. Memberikan pelatihan jika diperlukan tentang pelatihan pembuatan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Apabila diperlukan, kami mempresentasikan pada lokakarya cara membuat proposal kepada rekan dosen.  Selain itu rekan dosen dilengkapi dengan contoh proposal untuk setiap skema.  Pada setiap rapat dosen, kami menyampaikan untuk format proposal dapat di bantu, namun substansi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di rancang sendiri.

  1. Membuat / menyusun proposal secara bersama-sama.

Metode ini sangat bermanfaat karena mampu meningkatkan produktifitas dan kualitas proposal.

Tercapainya peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di prodi THP FPIK Unsrat, di mana selang waktu dua tahun terakhir staf dosen prodi berhasil mendapatkan bantuan dana kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relatif besar.  Tersediannya dana yang relatif besar akan meningkatkan penilaian akreditasi program studi THP FPIK Unsrat.

Sebagian besar dana yang didapat berasal dari luar institusi Universitas Sam Ratulangi, jika dipersentasikan hanya 5,8 % dana yang berasal dari Unsrat, sekitar 40 % dana dari Direktoran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bagian terbesar dana berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang dikelola oleh 3 Kementerian (Kemkeu, Kemdikbud, Kemag) melalui dana riset inovatif-produktif dengan persentasi 54,2%.

Realisasi pengakuan dari pihak terkait selang waktu 2012-2014 yaitu:

  1. Universitas Sam Ratulangi: 5 judul penelitian dan 6 judul pengabdian kepada masyarakat, dengan total dana Rp. 150.000.000,-
  2. Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud: 4  judul penelitian MP3EI dan 7 judul IbM, dengan total dana Rp. 972.500.000,-
  3. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Kementerian Keuangan, Kemendikbud, Kementerian Agama) 1 judul Riset Inovatif-Produktif LPDP, total dana tahun I : Rp. 1.442.358.433,-.(***)








Komentar