04 Jan 2019 11:17

Reklamasi Pantai, OD Instruksikan Tangkap

TINDAK TEGAS: Reklamasi di wilayah Manado Dua atau kawasan baracuda Malalayang, diketahui menyebabkan kehancuran ratusan terumbu karang. Tampak beberapa terumbu bercabang telah patah. (Rignolda Djamaludin for MP)

MANADO—Penimbunan pantai atau reklamasi yang terjadi di wilayah Malalayang Dua atau yang dikenal kawasan baracuda, dilaporkan pemerhati lingkungan kelautan dan perikanan Rignolda Djamaludin. Menurutnya telah menciptakan kerusakan terumbu karang.

Reklamasi yang terjadi menurut Djamaludin, sudah lebaran 20-an meter dan telah merusak terumbu karang, sepanjang lima meter dari jatuhnya batu akhir.

"Hari ini (kemarin, Red) kita telah turun melakukan pemeriksaan terumbu karang di wilayah reklamasi. Dan kita dapati, seputaran timbunan tersebut sudah merusak secara total semua terumbu karang. Dan ini sangat berbahaya. Lokasi tersebut, seharusnya tidak direklamasi. Karena terumbu yang ada di wilayah tersebut adalah alamiah. Lokasi itu juga, adalah rataan terumbu karang," ungkapnya kemarin Kamis (3/1).

Djamaludin mengatakan, semua timbunan yang dilakukan juga telah jelas berada di atas karang. Pasalnya dari hasil pemeriksaan di lapangan menurut Djamaludin, ditemukan ratusan terumbu bercabang telah patah dan berserakan. Dan jika reklamasi ini terus dilakukan, maka semua terumbu karang di wilayah tersebut bakal hancur total.

Dan jika kerusakan terumbu karang terus terjadi, maka Djamaludin mengatakan, pemerintah dan masyarakat telah mengingkari janji dan kesepakatan secara global untuk menjaga lingkungan.

"Dalam perundang-undangan juga sangat tidak dibenarkan jika terjadi penimbunan dan merusak coral. Dan ini harus kita hentikan secepat mungkin. Pemerintah harus berkaca, bahwa teluk Manado itu pada tahun 1837 pernah dilanda tsunami besar. Dan terumbu karang ini, berperan untuk menahan kerasnya hantaman air ke daratan. Jadi semua punya kewajiban menjaga agar tidak dirusak," ucap tenaga pendidik di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menginstruksikan jika aktivitas reklamasi masih berjalan untuk segera mungkin diberhentikan dan menangkap oknum yang bertanggung jawab. Karena menurut OD, aktivitas reklamasi di kawasan tersebut telah diperintahkan untuk berhenti.

"Kita tidak mengeluarkan izin reklamasi dan juga tambang. Jika memang ada lagi aktivitas reklamasi, maka silahkan tangkap. Jangan lama-lama. Saya sudah minta untuk setop, semua kegiatan reklamasi di Sulut. Jadi jangan ada yang berani. Ini adalah daerah pariwisata. Jangan ada yang berani merusak," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut Marly Gumalag, seakan tidak mengetahui jika ada aktivitas reklamasi yang terjadi di wilayah Malalang. Dirinya tidak mau berkomentar banyak terkait kegiatan tersebut.

"Esok (hari ini, Red) kita akan turun. Kalau izin itu, yang keluarkan adalah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun kita bakal turun langsung untuk mengecek kegiatan disana," kuncinya.(tr-02/gel)









Komentar