04 Jul 2014 08:19

Jokowi di Mata Rakyat Indonesia

UNTUK segala sesuatu ada massanya. Untuk apapun di langit ada waktunya. Berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kita bersyukur karena bangsa Indonesia diberi kesempatan lagi untuk  menikmati bagaimana kita menentukan hak nurani kita dalam berdemokrasi untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 yang tinggal beberapa hari.

Pertama-tama penulis hendak mengangkat sosok seorang Jokowi yang dilahirkan sebagai pemimpin yang akan mendampingi anak-anak bangsa Indonesia. Dimulai dari dalam rumah tangganya, keluarga yang harmonis pasti memberi teladan bagi banyak orang. Dan juga, kerendahan hati, kejujuran, kecerdasan dan lain-lain. Semua itu beliau pelihara dan lakukan dengan baik.

Jadi tak ada kejutan lagi ketika beliau menjabat Wali Kota Solo dua periode lamanya. Menjadi salah satu dari 50 orang yang berpengaruh di dunia menurut Majalah Fortune. Gubernur DKI Jakarta (2012) yang pelantikannya hanya menggunakan  anggaran Rp500 juta dari anggaran Rp1,05 miliar yang disiapkan.

Bulan Mei 2014, mendapat penghargaan  dari Bank Indonesia sebagai Kota Terbaik penahan inflasi atau pembelian. DKI Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang laporan keuangannya dapat diperiksa secara online setiap saat oleh BPK RI. Masih banyak lagi hal baik dilakukan oleh Jokowi yang telah kita saksikan di TV dan media lainnya yang tidak terpikirkan oleh gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Maka pada saat beliau ditetapkan sebagai calon presiden mengalirlah dukungan dari segala elemen masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Begitu namanya melejit, pendukung-pendukungnya terus mengalir dengan tidak henti-hentinya. Maka timbullah kedengkian, iri hati, fitnah dan segala macam tindakan yang dilakukan kubu lawan.

Tetapi apa yang terjadi? Jokowi dan Jusuf Kalla pasangannya tetap dengan rendah hati dan lapang dada menerima segala fitnahan dan caci maki itu. Karena mereka memiliki karakter seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki.

Inilah salah satu faktor yang menjadi alasan kemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 ini. Sekalipun mereka menderita karena fitnahan tetapi kemudian mereka menghasilkan kebahagiaan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Selanjutnya bahwa faktor yang paling penting yang saya angkat atau kemukakan adalah tentang karunia. Setiap manusia di bawah langit ini dianugerahkan karunia bermacam-macam atau berbeda-beda. Untuk saat ini saya hendak menyampaikan karunia untuk pimpinan dan memimpin.

Dari sekitar 180 juta pemilih yang terdaftar tahun ini, bahkan sekitar 240 juta lebih penduduk tanah air Indonesia, ternyata hanya ribuan yang dianugerahi Tuhan sebagai pemimpin. Dan kita tahu bersama bahwa mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat adalah pimpinan atau abdi negara. Ada pimpinan DPR (legislatif) ada pemimpin pemerintahan (eksekutif). Ada pemimpin di perusahaan swasta dan banyak lagi pimpinan di bidangnya masing-masing.

Tetapi pertanyaannya, apakah mereka itu dapat memelihara dan melakukan dengan jujur atau baik mengenai karunia-karunia yang dianugerahkan kepada mereka? Jawabannya, Capres Jokowi telah melakukan semuanya dan memeliharanya secara baik dan jujur.  Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa kemenangan menuju istana presiden terbuka lebar bagi seorang Jokowi dengan karunia memimpin yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Biarlah kehendak Tuhan yang jadi dan bukan kehendak kita manusia.

Saya bisa tambahkan, bagaimana seorang Sinyo Harry Sarundajang (SHS) memelihara dan melakukan karunia yang dianugerahkan Tuhan kepadanya dengan sangat baik. Dimulai dari staf gubernur Sulut, Sekda Kabupaten Minahasa, Wali Kota Kotamadya Bitung, Wali Kota Kota Bitung menanjak hingga mendapat jabatan sebagai Irjen Depdagri, pejabat Gubernur Maluku dan Maluku Utara yang mampu menyelesaikan konflik horisontal yang memakan banyak korban manusia dan harta benda. Hingga SHS mendapat kepercayaan menjadi Gubernur Sulut 2 periode yang dipilih langsung masyarakat.

Dan ada harapan, karunia itu sampai di tingkat lebih tinggi lagi jikalau Tuhan menghendakinya. Akhirnya salam sejahtera bagi kita rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.(Jantje CS Sorongan)

 

 

 









Komentar