25 Jun 2018 10:00

Manado Pusat Jasa Keuangan, dan Perdagangan di Era Teknologi Informasi Digital-Internet (1)

Oleh. Jeffry Wurangian

Apakah mungkin menjadikan George Town, Cayman Islands, kepulaun kecil seperti Sitaro Islands di Sulawesi Utara akan menjadi pusat industri jasa keuangan, perbankan dunia? Tidak masuk akal apalagi harus meyakinkan Ratu Inggris sebagai atasannya yang sarat dengan prosedur dan tata krama kerajaan. Gubernur sebagai pimpinan ditunjuk oleh Ratu Inggris. Sir Vassel Johnson, sebagai pemimpin di Cayman Island meyakinkan ide besarnya itu kepada atasannya dan jadilah Cayman Islands pusat industri jasa keuangan, perbankan internasional yang sangat terkenal di dunia hingga saat ini.

Kepulauan yang dikenal dengan Tax Haven,  pajak corporasi, personal, pajak  keuntungan dibebaskan, dan berbagai aset, real estate siapapun pemiliknya yang ditempatkan atau berada di Cayman Islands, tidak dikenakan pajak. Tidak ada pajak langsung yang ditetapkan kepada setiap penduduk maupun perusahan-perusahaan yang ada.

Pendapatan pemerintah hanya berasal dari pajak tidak langsung seperti impor barang, produk sekira 22-25 persen, turis, akomodasi, airport tax, fee perusahaan di dunia yang membuka kantornya di Cayman Islands. Tanpa ide besar dari berbagai jasa dan insentif yang ditawarkan ini maka Caymand Island hanyalah kepulauan biasa seperti lainnya yang tidak berarti apa-apa tanpa memberikan nilai (value) di atasnya.

Efek positif dari ide besar ini, di kota George Town, ibu kota Cayman Islands memiliki 158 bank, tersebar di wilayah perkotaan, termasuk 11 bank yang hanya melayani kegiatan perbankan lokal, yang jumlah penduduknya hanya sekira 30 ribu jiwa. Dari 50 bank-bank terbesar di dunia, ada sekira 40 bank berada di kota ini termasuk 80 perusahan jasa akuntan dunia, jasa hukum internasional seperti Maples & Calder, perusahan-perusahaan konsultan keuangan.

Kota George Town, Cayman Islands adalah pusat industri keuangan internasional terbesar ke-5 di dunia, di mana Bank BUMN, Bank BRI dan Bank Mandiri juga ikut tertarik membuka  kantor cabang di Cayman Islands. Melihat kemajuan industri jasa keuangan dari pada Cayman Islands, maka kini saatnya di era teknologi digital-internet, Kota Manado, Sulawesi Utara mengadakan perubahan besar platform kebijakan pengembangan ekonominya di mana menjadikan Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara sebagai pusat kota “Industri Jasa Keuangan, dan Perdagangan dunia”. 

Sulut memiliki modal infrastruktur awal yang sudah ada secara alami (endowment) seperti pelabuhan Bitung, Manado, Likupang, Kema, Amurang, Bolmong, Sitaro, Sangihe dan Talaud yang tidak dimiliki oleh Caymand Islands. Belum lagi, keindahan laut di Bunaken, lembeh, Nusa Utar dan lainnya. Dijaman kolonialisme Portugis, Spanyol dan Belanda terakhir bertengger di Indonesia sekira 350-400 tahun, dan khususnya Sulawesi Utara, karena perdagangan rempah-rempahnya (spices), pala, merica, cengkih, dan kelapa dan lainnya. Apakah komoditi2 ini masih menjadi andalan utama kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara? (bersambung)

12








Komentar