18 Agu 2016 08:21

Ini Perjalanan Karir Lilyana Natsir

MANADOPOST-Keberhasilan Lilyana Natsir tak lepas dari perjuangan masa kecil. Mengawali karier anak-anak di PB Pisok Karombasan, Butet—panggilan akrabnya, mulai menunjukkan bakat hebatnya pada olahraga tepok bulu itu. Kedua orang tuanya Beno Natsir dan Olly Maramis mendukung Lilyana untuk melanjutkan kariernya di PB Tangkas Jakarta.

Pada 1997 perempuan yang selalu tampil tomboy ini baru berusia 12 tahun ini, berhenti dari sekolahnya. Didukung keluarga, ia lebih memilih fokus berlatih bulutangkis. Permainannya yang terus berkembang mengantarnya masuk ke Pelatnas Cipayung 2002.

Di pelatnas, Liliyana tak berhenti menorehkan tinta emas. Diawali bermain di sektor ganda putri bersama Eny Erlangga dan Vita Marissa, pelatih Richard Mainaky kemudian menawarinya berlaga di sektor ganda campuran. Tawaran itu pun diterima, dan sejak 2004 ia bermain di ganda campuran bersama Nova Widianto.

Bersama Nova, Butet berhasil meraih 16 gelar juara, di antaranya juara dunia 2005 dan 2007, plus medali perak Olimpiade 2008. Pada 2010 pelatih Pelatnas akhirnya memadukan wanita berpostur badan 168 cm ini dengan Tontowi Ahmad. Bersama pasangannya itu, hingga sekarang Lilyana sudah mencetak rekor juara.

Bersama Sulut, Butet mampu mempersembahkan gelar paling prestisius, yakni medali emas ganda putri bersama Natalia Poluakan di PON XVI Palembang 2004. “Butet adalah atlet yang punya bakat yang ditunjang fisik, disiplin serta kemauan yang keras untuk meraih prestasi,” nilai salah satu pelatih bulutangkis Sulut Adri Lomban. (Tim MP/vip)









Komentar