14 Sep 2018 15:33

UNICEF Kampanyekan 68 Juta Anak Indonesia Imunisasi Campak Rubella

MyPassion
Di Indonesia masih ada sikap antivaksin yang membuat potensi anak terserang campak dan rubella. Mirisnya, di beberapa daerah jumlah anak yang dimunisasi tak sampai 30 persen dari total jumlah anak (Population Growth)

MANADOPOSTONLINE.COM — Di Indonesia masih ada sikap antivaksin yang membuat potensi anak terserang campak dan rubella. Mirisnya, di beberapa daerah jumlah anak yang dimunisasi tak sampai 30 persen dari total jumlah anak. Contohnya saja di Aceh, jumlah anak diimunisasi hanya 106.408 anak artinya hanya 6,88 persen anak dari total yang diimunisasi.

Untuk mencegah situasi ini semakin memburuk, United Nations Children's Fund (UNICEF) bersama pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan RI membuat kampanye besar yang dibagi dua tahap, pada 2017 dan 2018. Kampanye tersebut adalah bahwa 68 juta anak harus diimunisasi.

"Tahap 1 di 2017 di 6 provinsi di Jawa dan tahun ini di 28 provinsi di luar jawa. Tahun lalu berhasil mencapai lebih dari 100 persen yaitu sekitar 35 juta anak, tahun ini baru sekitar 40%," kata Spesialis 

Komunikasi Untuk Perubahan Perilaku UNICEF, Rizky Ika Syafitri saat dihubungi JawaPos.com pada Jumat, (14/9).

Tantangannya adalah lagi-lagi pemahaman yang belum baik mengenai imunisasi. Rizky juga menyampaikan bahwa berita hoax yang menyebar di masyarakat menjadi alasan utama juga mengapa banyak orang tua belum mau mengimunisasi anak mereka.

Oleh karena itu, UNICEF bergerak melakukan sosialisasi secara rutin baik langsung maupun menggunakan materi komunikasi, misalnya, dari iklan televisi, radio, infografis agar supaya masyarakat paham. Pendekatan langsung yaitu adanya Help Specialist dan Konsultan di kantor UNICEF provinsi-provinsi di Indonesia seperti Makassar, Aceh, Papua, dan di Kupang.

Tak sampai disitu, Rizky juga mengatakan bahwa setiap harinya ada peninjauan di daerah atau disebut Real-Time Monitoring. "Jadi, setiap hari kami monitoring dari puskesmas-puskesmas yang ada di daerah, setiap hari kami analisa," kata Rizky.

"Data yang sudah dianalisa, kami sandingkan juga dengan pemberitaan media, daerah mana yang terkena dampak nah ternyata cocok dengan data, jadi kami juga monitoring lewat pemberitaan media," tambahnya.

Sampai saat ini target anak yang segera harus diimunisasi adalah anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Karena menurut data, anak-anak usia itulah yang bisa dengan mudah menularkan virus campak rubella.

"Kalau anak-anak usia mereka sudah kebal, mereka tidak bisa menularkan ke yang lain, itu target kami," ujar Rizky. (jawapos.com/mpo)

Kirim Komentar