14 Sep 2018 10:20

Revitalisasi Sambungan Air Bersih di Tomohon Didesak

MyPassion
Marthen Gosal

MANADOPOSTONLINE.COM — Pelayanan air bersih khususnya di Kecamatan Tomohon Utara dinilai kurang optimal. Hal ini menyusul hasil kunjungan kerja Anggota Komisi III DPRD Kota Tomohon baru-baru ini. “Banyak keluhan kalau suplai air bersih padam di Kelurahan Kinilow dan sekitarnya. Bahkan, ada yang berhari-hari,” sorot Erens Kereh.

Lanjut dia, pihaknya kurang paham terkait keterlambatan pasokan air bersih di Kecamatan Tomohon Utara. Pasalnya, bak penampungan air bersih yang mengalir justru berasal dari Kecamatan Tomohon Utara. “Bak Malimbukar justru di Kecamatan Tomohon Utara. Memang dari sisi teknis penyaluran air bersih ini, tidak serta merta jadi tanggung jawab perusahaan daerah. Tapi, ada dinas-dinas terkait, Pekerjaan Umum dan Perkim,” kata dia.

Dilanjutkannya, hal ini murni karena pipa air yang sudah uzur dimakan usia. “Tak jarang ada sambungan yang bocor, ini yang menyebabkan terjadinya pemadaman air bersih,” papar Kader Nasdem ini.

Sembari menambahkan, lewat koordinasi bersama nantinya, pihaknya berharap kiranya perbaikan dan peremajaan sambungan air bersih. Tak hanya di Kecamatan Tomohon Utara, tapi di seluruh daerah yang memiliki masalah.

Terkait hal ini, Direktur Utama PDAM Kota Tomohon Marthen Gosal menyatakan, tanggung jawab pemeliharaan dan kehandalan jaringan pipa air bersih di Tomohon berada di bawah kewenangan dinas. “Kami fokus mendistribusikan air bersih, di seluruh daerah yang sudah memiliki sambungan jaringan. Kalau hanya masalah kerusakan pipa skala kecil bisalah kita fasilitasi. Tapi, untuk pemeliharaan keseluruhan, dari sisi anggaran juga kita masih belum bisa memperbaiki. Ini yang harus dipahami sebelumnya. Karena banyak opini yang beranggapan, kalau soal air bersih itu murni kewenangan kita, tidak begitu,” ujar Gosal.

Pihaknya berharap, lewat pembahasan APBD Perubahan 2018 maupun APBD induk 2019 ada plot anggaran guna meningkatkan kualitas pipa sambungan air bersih. “Mudah-mudahan ada tambahan di pagu APBD perubahan, atau di APBD 2019 nantinya. Agar intensitas gangguan nantinya bisa ditekan,” pungkas dia. (jul/fgn)

Kirim Komentar