14 Sep 2018 11:23
Mengacu ke Keputusan Menteri

Mitra Belum Siap Pelantikan 27 September

MyPassion
James Sumendap

MANADOPOSTONLINE.COM — Pemerintah sedang mempersiapkan pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2018. Untuk Sulut, ada empat daerah yang siap memiliki pemimpin baru. Yakni Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra), Kepulauan Sitaro, dan Kota Kotamobagu. Khusus Kabupaten Bolmong Utara, menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK), sedangkan Kepulauan Talaud akan dilakukan 2019 mendatang. Kabar beredar, pelantikan kepala daerah khusus September ini akan dilakukan dua kloter. Kloter pertama 20 September untuk Minahasa dan Sitaro. Sementara Mitra dan Kotamobagu bakal dilakukan 27 September.

Terkait hal ini, Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Novri Raco mengatakan, untuk saat ini belum ada surat resmi yang masuk terkait pelantikan. Sehingga pihaknya masih mengacu ke surat edaran menteri. "Memang sudah ada radiogram terkait pelantikan dilakukan pada 27 September mendatang. Namun untuk surat resmi belum masuk. Sehingga kami mengacu tetap pada surat dari Mendagri yang pertama," jelasnya.

Sementara itu, Bupati James Sumendap (JS) menuturkan, Kabupaten Mitra lebih memilih untuk dilakukan pelantikan tahap dua. Menurutnya, Kabupaten Mitra mempersiapkan diri untuk pelantikan pada Desember nanti. "Bahkan untuk baju pelantikan belum dijahit. Karena kami mempersiapkan diri untuk pelantikan tahap dua," ujar Sumendap, saat dikonfirmasi di kediamannya Lamet Village.

Alasan lain, mengacu ke keputusan menteri, di mana pelantikan dilakukan pada dua tahap. Sehingga Mitra baru sementara mempersiapkan dan membenahi dokumen kelengkapan pelantikan. "Untuk dokumen kelengkapan saja baru sementara diurus. Bahkan untuk paripurna  hasil penetapan bupati dan wakil bupati terpilih baru dilaksanakan Senin kemarin," jelasnya.

JS mengakui, dirinya masih ingin jadi rakyat biasa dalam tiga bulan ke depan. "Kalau pun bisa enam bulan lagi baru dilantik. Untuk saat ini saya masih ingin menjadi rakyat biasa. Karena saya tidak seperti kepala daerah lain yang mau cepat-cepat dilantik," katanya.

Siapa yang bakal mengisi kekosongan jabatannya, JS menyerahkan sepenuhnya ke gubernur. "Untuk siapa yang nanti menjadi penjabat bupati, itu kewenangan gubernur," tandasnya. (cw-01/tan)

Kirim Komentar