14 Sep 2018 08:54
Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala

Lanjut 2019, Pembangunan Talud DAS Tandano Ditambah 250 M

MyPassion
Progres pembangunan talud DAS Tondano sudah terlihat. Masyarakat berharap proyek ini cepat tuntas. (Dok Balai Sungai)

MANADOPOSTONLINE.COM — Pembangunan Talud Daerah Aliran Sungai (DAS) Tandano akan berlanjut hingga tahun depan. Kepala Satker  Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSSI) Ir Sartono mengatakan, anggaran untuk kelanjutan proyek itu di 2019 sebesar Rp 250 miliar.

“Anggaran tesebut berasal dari Asian Development Bank Rp 250 miliar untuk pembangunan fisik. Sedangkan pembebasan lahannya sekitar Rp 150 miliar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kemungkinan anggaran Rp 250 miliar itu, selain lanjutan pembangunan talud DAS 2018, juga untuk sekmen kelima. “Kalau sekmen kelima pembangunan talud DAS Tondano sampai Jembatan Kairagi,” jelasnya.

Terkait pembangunan talud DAS Tandono sekmen satu sampai kedua yang sementara dibangun, katanya, panjang 1,8 kilometer. Yakni dari Jembatan Megawati sampai pertigaan Sungai Sawangan.

“Progresnya sudah sekitar 80 persen. Anggaran untuk pembangunan Talud DAS Tandano sekmen satu sampai dua dari Jamaika sekitar Rp 120 miliar dan sudah terjadi empat kali andendum sampai akhir 2018,” ujarnya.

Menurut dia, sebenarnya pembangunan talud DAS Tandano sekmen satu dan dua sudah banyak rumah warga yang dibebaskan di pinggiran sungai. “Cuma jadi kendala ada beberapa rumah yang pemiliknya belum memberikan untuk dibebaskan, sehingga mengganggu percepatan pembangunan,” ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dapat bersama-sama BWSSI melakukan pendekatan kepada warga yang rumahnya belum dibebaskan. “Agar sampai akhir 2018 pembangunan talud DAS Tondano sekmen satu dan dua bisa selesai,” harapnya.

Sebelumnya, Assisten I Pemkot Manado Micler Lakat  mengatakan, sejak awal Pemkot Manado sangat mendukung BWSSI dalam hal pembebasan lahan. “Kami akan membantu untuk melakukan pendekatan agar supaya masyarakat memberikan tanahnya dibebaskan. Sebab pembangunan Talud sungai akan membebaskan masyarakat dari masalah banjir juga merubah wajah DAS Tandano,” pungkasnya. (ite/can)

Kirim Komentar