14 Sep 2018 08:29

Astaga! Dimarahi Sampai Disiram Minyak Tanah Sang Ibu, Bocah Sangihe Terbakar

MyPassion
Denny Tampenawas

MANADOPOSTONLINE.COM — Warga Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Sangihe heboh. Seorang siswi kelas IV SD Pintareng yaitu JAGM atau Kesi, ditemukan dalam keadaan terbakar di dalam dapur rumah, Rabu (12/9) pukul 7.30 WITA.

Informasi dirangkum Manado Post, menurut keterangan saksi Magdalena Bawengeng (70), warga setempat, awalnya saksi bersama ibu korban, OS alias Olga, pagi itu hendak memasak makanan. Saat itu OS menanyakan keberadaan pisau dapur kepada anak-anaknya, Kesi (korban) dan DM alias Dev (7). Namun, kedua anaknya mengaku tidak tahu. “Saat itu OS langsung memarahi kedua anaknya,” cerita saksi, kemarin.

Kemudian, pukul 07.30 WITA saksi Magdalena melihat kedua anak ini hendak mengambil piring untuk makan. Namun dilarang ibunya. OS pun mengambil pelepa kelapa yang sudah kering, dan langsung memukul kedua anak tersebut secara ‘bergiliran’. “Setelah itu, OS mengambil sebuah ember yang berisi minyak tanah dan menyiramkan minyak tersebut kepada kedua anaknya. Saya saat melihat langsung ketakutan sehingga langsung pergi dan duduk di teras rumah. Saat itu Kesi dan Dev saya dengar masih menangis,” tuturnya.

Tak berselang lama, saksi mendengar anak-anak SD berteriak dari arah jalan. Bahwa bocah kelas 4 SD tersebut sedang terbakar di dapur rumah, karena samping dapur rumah korban terlihat jelas dari jalan raya. Saksipun masuk ke dapur dan melihat korban sudah duduk di kursi plastik dan hampir seluruh tubuhnya menderita luka bakar. “Ketika saya sampai, saat itu ibu korban sementara menggosokkan buah tomat ke badan Kesi,” ungkap Magdalena.

Lanjut, sekitar pukul 8.00 WITA, Kapitalaung (kepala desa) Pintareng Rine Tumei datang ke rumah dan membawa korban ke Puskesmas Pintareng. “OS sering menganiaya kedua anaknya apabila sedang marah,” tandasnya.

Sementara itu, menurut saksi Rine Tumei, pukul 8.00 WITA dia mendapat informasi bahwa Kesi terbakar. Dirinya pun langsung bergegas pergi ke rumah korban di Keluarga Limpong-Semet. “Saat masuk ke dapur saya melihat korban dalam keadaan luka bakar hampir di sekujur tubuhnya, saya pun langsung membawa korban ke Puskesmas Pintareng. Setelah beberapa saat di Puskesmas, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna. Selanjutnya pukul 11.00 saya pergi ke Polsek Tabukan Selatan untuk melaporkan kejadian ini,” jelas Rinde, kapitalaung.

Ditambahkan saksi lainnya, Lusye Ansar (63), sekitar pukul 7.30, dia tiba di SD GMIST Sion Pintareng, yang letaknya hanya berhadapan dengan rumah korban. Saksi mendapat info anak Kesi (korban) mengalami kebakaran, saksi pun langsung pergi ke rumah korban dan mendapati korban duduk di kursi plastik di dalam dapur dan sudah menderita luka bakar.

“Saat itu ibu korban sedang berusaha mengobati anaknya dengan cara menggosok buah tomat dan beberapa buah daun ke tubuh korban. Saya sempat menanyakan penyebab terjadinya kebakaran yang menimpa korban kepada ibunya. Namun, ibunya tidak menjawab, beberapa saat kemudian datang kapitalaung dan langsung membawa korban ke Puskesmas,” jelas Ansar.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu, melalui Kasatreskrim Iptu Denny Tampenawas menjelaskan, usai peristiwa nahas itu, tindakan kepolisian yaitu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bahan keterangan, penyelidikan, hingga membuat permintaan visum et repertum (VER). “Untuk penyebab pasti peristiwa terbakarnya korban JAGM, masih dalam proses lidik, dan ibu korban OS, belum bisa diambil keterangan, karena saat ini berada di RSD Liun Kendage untuk mendampingi korban,” ungkapnya.

Terkait informasi adanya dugaan korban sengaja dibakar ibunya, Tampenawas enggan berspekulasi selama belum ada hasil penyelidikan. “Polisi masih mendalami, apakah ibunya yang memercikkan korek api ke tubuh korban setelah disiram dengan minyak tanah, atau saat itu ada api atau kompor yang sedang menyala, lalu bersentuhan dengan tubuh korban lalu terbakar,” pungkasnya. (wan/gnr)

Kirim Komentar