14 Sep 2018 08:46

2,5 Triliun PSN di Sulut Belum Terserap

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM — Senilai Rp 2,5 triliun Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulut belum terserap maksimal. Data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Sulut menyebutkan, dari total 29 item PSN senilai Rp 3,8 triliun (lihat grafis, red), hingga 31 Agustus baru terserap sekira 35 persen. Atau baru 1,3 triliun. Berarti sisanya harus bisa diselesaikan hingga akhir tahun.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sulut Sulaimansyah menilai, terkait realisasi PSN ini, dia mengakui penyerapan belanja infrastruktur satker kurang memuaskan. “Jadi kinerja penyerapannya tidak lebih baik dari tahun lalu pada periode yang sama,” bebernya.

Dia melanjutkan, di tahun lalu khusus PSN infrastrukur hingga 31 Agustus mencapai 37 persen. “Sementara tahun ini per bulan yang sama hanya mencapai 35,87 persen dari target. Hal ini perlu menjadi perhatian serius para kepala satker selaku Kuasa PA. Satker harus lebih mengawal pekerjaan pekerjaan tersebut, di dalamnya juga melakukan supervisi dan pengendalian,” ujar dia.

Sulaimansyah pun mewarning, di sisa waktu kritis ini satker harus tampil all out. “Juga diharapkan pemerintah dapat mengawal program APBN di daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Di sisi lain, pengamat ekonomi Sulut Joy Tulung PhD mengungkapkan, PSN memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah. “Karena PSN merupakan proyek yang langsung menyentuh ke masyarakat, contohnya Bendungan Lolak, Bendungan Kuwil dan Jalan Tol Manado-Bitung yang tentunya bisa langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Tulung PSN memang harus dipercepat penyelesaian. “Realisasinya memang dibutuhkan secepatnya namun juga kualitas harus tetap diperhatikan,” kata dia.

Ia mengaku keterlambatan sering terjadi karena lambatnya pengurusan pembebasan lahan. “Selain itu ada masalah yang lain, seperti kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek tol waktu lalu,” sebut dia.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini melanjutkan, penyerapan PSN di Sulut membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak. “PSN kan berasal dari pemerintah pusat. Jadi mungkin koordinasi saja yang diperlukan oleh satker yang ada,” tandasnya.

Joubert Maramis, ekonom lainnya membeber, infrastuktur industri dan penunjang industri ini akan memberikan dampak multiplier effect besar jika menyebabkan bertumbuhnya industri. Khususnya di wilayah Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Tenggara serta Kabupaten Kepulauan di Sulut.

Dosen Unsrat ini menambahkan, lahirnya inovasi produksi di dalamnya pertumbuhan produk inovatif level ekspor merupakan target utama dari PSN. “Tanpa itu efek PSN pada perekonomian sulut akan kecil dan jangka pendek,” ucapnya. Menurutnya saat ini PSN di sulut mengalami perkembangan. “Ada pada penambahan dermaga IHP di bitung, jalan tol, KEK bahkan Waduk Kuwil,” jelasnya. (tr-05/fgn)

Kirim Komentar