13 Sep 2018 08:59

Seleksi CPNS Tak Boleh Ada `Titipan`

MyPassion
Syafruddin

MANADOPOSTONLINE.COM — Calon pelamar dari Sulawesi Utara harus kerja keras untuk bisa lolos rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Karena penerimaan CPNS 2018 tidak hanya sekadar mendapatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh PNS pensiun.

Lebih dari itu, peserta yang lolos di seleksi CPNS ini harus memiliki daya saing menghadapi persaingan global. Untuk itu penerimaan CPNS ini harus benar-benar bersih dan tidak celah orang ‘titipan’. “Kami berharap melalui pengadaan CPNS ini dapat direkrut putra putri terbaik bangsa," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin di Jakarta, dilansir dari JawaPos.com (grup Manado Post).

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, mantan Wakapolri itu menegaskan bahwa pengadaan CPNS kali ini dilaksanakan melalui sistem seleksi yang ketat, transparan, bersih, dan bebas dari praktik KKN. Dalam artian, tidak ada celah bagi masyarakat untuk berbuat curang atau main sogok agar bisa diluluskan.

“Semua harus mengikuti seleksi, baik untuk formasi umum maupun formasi khusus. Untuk seleksi kompetensi dasar sepenuhnya menggunakan Computer Assisted Test atau CAT,” tegasnya.

Dia menjelaskan, proses pengadaan CPNS 2018 mengacu pada UU 5/2014 tentang ASN dan PP 11/2017 tentang manajemen PNS. Selain ketentuan normatif tersebut, rekrutmen para abdi negara itu juga diselaraskan dengan pertimbangan strategis pentingnya menyiapkan ASN berkualitas guna menghadapi tantangan masa depan.

"Tantangan era industri 4.0 yang sarat teknologi dan informasi. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, maka harus dijawab dengan menyiapkan SDM aparatur yang berkualitas," kata pensiun jenderal bintang tiga itu.

Menurutnya, pengelolaan birokrasi ke depan tidak bisa lagi biasa (business as usual). Untuk mewujudkan pemerintahan berkelas dunia dan melayani rakyat, birokrasi harus didukung dengan SDM aparatur yang berdaya saing. “Kalau salah mengelola sawah, kita akan rugi semusim. Tapi kalau salah mengelola birokrasi karena tidak didukung oleh SDM aparatur yang berdaya saing tinggi, kita akan kehilangan satu generasi. Dan itu tidak boleh terjadi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Bima mengimbau kepada para pemerintah daerah agar memberikan persyaratan seleksi CPNS 2018 yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat. “Persyaratan seperti Akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan Indeks Prestasi di Wilayah masing-masing,” tandasnya. (gnr)

Kirim Komentar