13 Sep 2018 09:47
Saber Pungli Siap Telusuri

Kadis Dukcapil Dipanggil Terkait Calo

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Dugaan praktek percaloan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang terbongkar waktu lalu, menjadi perhatian Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Peter Bart Assa.

Sekkot mengaku akan memanggil Kadis Dukcapil untuk menanyakan perihal kasus calo tersebut. Menurut Assa, jika betul ada praktek seperti itu, pihaknya akan melakukan penertiban.

“Kami juga akan memberikan pembinaan kepada pegawai yang memberikan akses kepada calo ini sehingga bisa beraksi. Kami akan panggil kepala-kepala bidang untuk menghapus percaloaan ini dari Dukcapil,” tegasnya.

Terpisah, anggota Komisi A DPRD Manado Roy Maramis ikut menyorot kasus tersebut. Menurutnya, percaloan merusak semangat good governance dan clean government yang diusung Pemkot Manado.

“Bagaimana memberikan pelayanan publik cepat, bersih, tanpa ada korupsi maupun pungutan liar (pungli), jika calo masih bebas berkeliaran,” katanya.

Dia meminta, Dinas Dukcapil jangan memelihara praktek calo. Karena yang rusak juga citra Pemkot Manado. “Padahal di berbagai kesempatan wali kota dan DPRD selalu mengkampanyekan pelayanan KTP di Dinas Dukcapil cepat tanpa ada pungutan. Tapi kenyataan ada praktek percaloan,” tegasnya.

Jika terbukti, lanjutnya, Kepala Dinas Dukcapil harus bertanggung jawab. “Karena kalau selama ini dibiarkan, berati ada sesuatu. Kalau praktek calo ini dipelihara yang korban adalah masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, Wakapolres Manado AKBP Arya Perdana yang juga Ketua Tim Saber Pungli mengatakan, kasus percaloan di Dinas Dukcapil Manado akan menjadi perhatian mereka. “Kasus ini akan menjadi perhatian kami. Laporan ini akan kami telusuri,” singkatnya.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, sejumlah calo bebas beraksi di Dinas Dukcapil waktu lalu. Mereka menawarkan jasa pengurusan KTP elektronik (KTP-el) dengan harga Rp 100-200 ribu. Para calo tersebut, bebas keluar masuk setiap ruangan di Dukcapil. Wartawan koran ini sempat ditawarkan jasa salah satu oknum calo.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Manado Julises Oehlers mengetahui praktek percaloan di dinasnya. Dia juga tahu nama-nama calo yang bekeliaran di Dukcapil. Namun dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan para calo, karena mereka datang berganti-ganti. Yang bisa mengusir mereka hanya masyarakat,” katanya. (ite/can)

Kirim Komentar