13 Sep 2018 13:35

Drama Sendratasik Yubelium 150 Tahun Sarat Makna

MyPassion
Dammy Pongoh

MANADOPOSTONLINE.COM---Drama Sendratasik Yubelium 150 Tahun kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado, Selasa (12/9) sarat makna. Banyak sekali adegan-adegan yang menceritakan sejarah perjalanan kehidupan beriman Katolik 150 tahun yang lalu.

 

Menurut Ketua Umum Pst Dammy Pongoh Pr, acara ini digelar agar para umat dapat menghayati dan mengetahui sejarah gereja. "Ini salah satu bentuk perhatian kami selain terus mewartakan kabar sukacita, tetapi juga memberikan pemahaman kehidupan sejarah gereja Katolik di Keuskupan Manado," ujarnya

Acara yang di gelar malam ini, diikuti oleh 150 seniman. Antara lain Manado Catholic Choir, Manado Catholic Orkestra (MCO), Frater Seminari Pineleng, Frater Skloastikat MSC Pineleng, dan OMK Pineleng.

Paduan musik kolintang dan orkestra menghiasi pagelaran. Selain itu, menampilkan tarian dari seluruh daerah Keuskupan Manado dari Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Terpantau, kegiatan tersebut menceritakan pada saat Daniel Mandagi mengirim surat kepada Fikariat Apostolik Batavia untuk mendatangkan Pastor ke Sulawesi Utara tepatnya di Desa Kema. Kemudian umat awam Daniel Mandagi meminta supaya ada Pastor di Sulawesi Utara. Kedatangan Pastor P Johanes De Vries SJ menandakan bangkitnya dan kembalinya Gereja Katolik, hingga mengadakan upacara pembabtisan umat pada saat itu.

Ketua Bidang Perayaan Yubelium Ps Hanny Mentang Pr mengatakan, acara ini diharapkan menumbuhkan semangat keimanan umat dan semangat untuk terus mempertahankan dan memberitakan kabar sukacita dan memperingati 150 tahun kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado," pungkasnya. Kegiatan turut disaksikan Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Untu MSC, mantan Uskup Keuskupan Manado Mgr Joseph Theodorus Suwatan MSC, serta petinggi-petinggi gereja, pastor, suster, frater sampai para umat bahkan masyarakat yang hadir. (*/ite)

Kirim Komentar