12 Sep 2018 08:51
Ramai-ramai Pensiun Dini

PNS Nyaleg Kok Masih Gajian

MyPassion

MANADO—Gengsi menjadi anggota dewan ‘magnetnya’ sangat kuat. Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Sulawesi Utara (Sulut) pun memilih meninggalkan jabatan aparatur negara demi menjadi calon legislatif (caleg). Mereka terjun ke dunia politik, untuk bertarung di pemilihan legislatif (pileg) tahun depan.

 

Data dirangkum Manado Post, ada 18 PNS dari delapan daerah, termasuk provinsi, yang mengajukan pengunduran diri untuk menjadi caleg (lihat grafis). Ada yang sudah pensiun dini. Adapula yang sementara menunggu penerbitan surat pensiun dini dan pemberhentian tanpa hak pensiun. Aturan memang mengharuskan PNS mengundurkan diri jika ingin menjadi caleg sesuai amanat Pasal 240 Ayat (1) huruf K Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Seperti di Minahasa Selatan (Minsel), ada dua PNS yang mengundurkan diri, Frans Tilaar dan Frederik Joseph Pomantouw.

Menurut Sekretaris BKDD Minsel Marthen Tarigan, kedua PNS tersebut sudah memasukkan berkas pengunduran diri. “Sudah ada surat-surat pengunduran diri mereka sebagai PNS dan diproses untuk pemberhentian dengan hormat atau pensiun,” tambahnya.

Tarigan menyebutkan, proses pengunduran diri membutuhkan waktu. “Paling lama dua bulan, tergantung cepatnya persetujuan teknis dari BKN pusat. Dan mereka tetap mendapatkan gaji sampai mereka resmi pensiun atau berhenti,” katanya.

Diketahui kedua PNS yang mengundurkan diri tersebut, merupakan pejabat kedinasan di Pemkab Minsel. Keduanya mencalonkan diri dari Partai Golkar.

Di Bitung, ada dua PNS yang juga mengundurkan diri demi kursi empuk anggota dewan. “Piet Hengkeng dan Oktavianus Barauntu. Mereka mengundurkan diri sebagai PNS untuk menjadi calon legislator," ujar Kepala Badan Kepengawaian, Pendidikan dan Pelatihan Franky Ladi, Selasa (11/9).

Piet Hengkeng merupakan PNS di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang maju lewat PDI Perjuangan. Sementara Oktavianus Barauntu PNS di Bagian Organisasi Setkot Bitung yang maju dari Partai Golkar.

Keduanya diketahui sudah memasukkan berkas pengunduran diri. Untuk Piet Hengkeng sudah menerima pensiun dini. “Karena dia memang sesuai dengan aturan sudah layak menerima pemberhentian secara terhormat atau pensiun,” kata Ladi.

Sedangkan, untuk proses pengunduran diri Oktavianus Barauntu masih sementara berproses. "Statusnya berbeda, yaitu berhenti tanpa hak pensiun, karena sesuai aturan yang berhak untuk menerima pensiun ialah mereka yang masa kerjanya minimal 20 tahun dan usia minimal juga 50 tahun," jelasnya.

123
Kirim Komentar