08 Sep 2018 10:01

Antara Prestasi dan Kecanduan

MyPassion

MANADO—Game kini menjadi ‘kebutuhan’ sehari-hari bagi sebagian orang. Anak kecil hingga orangtua bisa ‘kecanduan’ dengan game digital kekinian. Tapi sebagian game nyatanya bisa menjadi sumber prestasi bagi yang benar-benar ingin menggeluti pekerjaan ini. Buktinya, iven sekelas Asian Games sudah mempertandingkan cabang olahraga eSport. Diketahui, eSport atau electronic sport adalah bidang olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama.

 

Diungkapkan Psikolog Hanna Monareh MPsi, setiap pengguna harus tahu memanfaatkan game. “Sebab game bisa memberikan dampak positif. Pun juga ada negatif yang akan muncul. Tinggal bagaimana tujuan menggunakan game secara benar,” kata Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Sulut tersebut, saat diwawancarai Manado Post, Jumat (7/9) kemarin.

Menurutnya, ketika keseringan bermain game, dampak negatif akan menyerang si gamer sendiri. Seperti mempengaruhi kesehatan fisik. “Keseringan main game juga bisa berpengaruh pada fisik. Misalnya mata mudah lelah, tangan sakit, sakit kepala, dan lain sebagainya," ungkapnya sembari menambahkan, juga mempengaruhi psikis pemain.

“Iya, juga berdampak pada psikis, perubahan emosi, sensitif dan mudah tersinggung. Bahkan mudah marah karena hal sepele. Seperti diganggu waktu bermain atau kalah dalam bermain, bisa juga kesulitan konsentrasi. Tak jarang juga sulit tidur di malam hari, karena pengaruh perubahan jam tidur,” terangnya.

Namun, kalau digunakan dengan baik, tegas Manoreh, bisa bermanfaat positif. Bahkan dapat menghasilkan prestasi. “Dari permainan game, juga bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan benar. Namun harus mampu mengontrol diri, mengatur jadwal dan menggunakan game dengan benar,” tutur Manoreh.

“Dengan porsi yang pas, diyakini akan meningkatkan kemampuan lainnya. Karena game juga dapat melatih kemampuan logika berpikir, menganalisa dan konsentrasi, karena fokus ke game tersebut yang dimainkan,” tutupnya.

Contohnya atlet eSport asal Sulut Ridel Sumarandak. Usai menyabet medali emas Asian Games, putra Tondano itu langsung terbang ke Taiwan. Kini, melalui eSport, Ridel bisa ‘kecanduan’ prestasi. “Ridel Sumarandak a.k.a BenZerRidel langsung bertolak ke Taiwan untuk menjalani karir profesionalnya sebagai pemain Clash Royale. Ini pertama kalinya Benzer pergi keluar negeri dan pertama kali buat passport!,” tulis admin halaman resmi FB milik Indonesia eSports Association (IeSPA).

Langkah Ridel patut didukung, karena kemampuannya bisa diasah lagi untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Terbukti, di Asian Games ia menjadi yang terbaik dari delapan negara yang berpartisipasi dalam turnamen Clash Royale.

“Perhelatan Asian Games juga merupakan pertama kalinya Benzer bermain di panggung disaksikan banyak orang. Kami tugaskan Ridel sebagai pembawa bendera pada acara pembukaan untuk menghilangkan rasa takut,” tulis IeSPA.(cw-02/gnr)

Kirim Komentar