05 Sep 2018 16:49
Oleh: Fenyo Ezra Tania, Alpha Zetizen Of The Year Sulut 2017

GOR Monginsidi, Saksi Bisu Satu Dekade Perjalanan Honda DBL di Sulawesi Utara

MyPassion
Fenyo Ezra Tania (Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM - Tak terasa ajang DBL North Sulawesi Series 2018 telah berakhir. Pesta olahraga pelajar terbesar se-Sulut yang berlangsung dari tanggal 24 Agustus sampai 1 September 2018 ini sukses menarik simpati khususnya anak-anak muda.

Di sepuluh tahun penyelenggaraannya di Manado, antusiasme penonton terasa begitu meriah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tampak terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati arena pertandingan dari hari pertama hingga puncaknya pada final party.

Terlepas dari kemeriahannya, ada satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari satu dekade pelaksanaan DBL di bumi Nyiur Melambai. Ya, Gelanggang Olahraga (GOR) Wolter Monginsidi, Sario, Manado.

GOR yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulut ini telah menjadi saksi bisu sekian banyak pertandingan Honda DBL selama sepuluh tahun berjalan.

Dari GOR inilah bibit-bibit pemain basket masa depan bangsa dilahirkan. GOR Monginsidi juga turut mencatatkan namanya dalam mengembangkan dunia basket di Sulawesi Utara.

Dari awal memilih Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi penyelenggara DBL, tidak ada lokasi lain yang lebih cocok ketimbang GOR yang terletak di jantung kota tersebut.

Akses yang mudah, fasilitas yang cukup lengkap, ditambah tempat yang luas menjadi alasan pihak DBL Indonesia memilih GOR Monginsidi sebagai venue resmi kompetisi basket terbesar antar SMA tersebut.

GOR yang dibangun pada tahun 70-an ini mengambil nama salah satu pahlawan nasional dari Sulawesi Utara, Robert Wolter Monginsidi, dengan harapan dapat menghasilkan anak muda yang mau berjuang bagi bangsa lewat olahraga.

Jika diibaratkan seorang manusia, GOR Monginsidi sudah memasuki tahap yang butuh diperbaiki sana-sini.

Hal itu terlihat dari beberapa bagian GOR yang mulai usang dimakan waktu. Dunia olahraga sudah seharusnya butuh perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah. Terutama fasilitas penunjangnya seperti GOR.

Kini setelah gegap gempita DBL berakhir, GOR Monginsidi akan kembali memasuki tahap renovasi agar selalu siap menjadi rumah bagi para pecinta basket dan olahraga lain di Sulut. Bukan hanya untuk satu dekade, tetapi untuk dua, tiga, bahkan sampai ratusan dekade mendatang.

Ketika pertandingan silih berganti, pemain datang dan pergi, dan keringat bercucuran pada lantainya, GOR Monginsidi tetap berdiri kokoh menantikan cerita apalagi yang akan disuguhkan DBL.

Kegagahan GOR Monginsidi inilah yang telah menjadi saksi bisu perhelatan DBL.

Terima kasih dan sampai jumpa tahun depan, GOR Monginsidi! (*)

Kirim Komentar