20 Agu 2018 08:15

Menduduki Peringkat Enam Sementara, Indonesia Unggul Jauh dari Malaysia

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Indonesia kini menduduki peringkat enam dari 17 negara yang ikut Asian Games. Untuk sementara Timnas Indonesia berada di bawah Kazakhstan (urutan 5), Iran (4), Korea (3), Jepang (2), China (urutan 1). Di sisi lain, Indonesia hingga kemarin unggul jauh dari Malaysia yang berada di dasar klasemen.

Defia Rosmaniar mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia dari cabang taekwondo nomor pomsae tunggal putri, di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (19/8) sore. Keberhasilan Defia yang disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi tersebut langsung mendapat apresiasi.

Menpora Imam Nahrawi memastikan, bonus sebesar Rp 1,5 miliar akan diberikan untuk Defia. “Sesuai komitmen kami, setiap peraih emas kami berikan Rp 1,5 miliar sebagai bonus,” ucap Imam singkat lantas berlalu mengawal Presiden Jokowi, dilansir dari JPNN.com (grup Manado Post).

Sementara itu, ketua umum Taekwondo Indonesia Marciano Norman mengaku masih berharap ada sumbangan medali lainnya. "Kami berharap dukungan masyarakat Indonesia. Atlet-atlet kami akan berusaha keras untuk terus memberikan yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungannya," tegas dia.

Defia menang atas atlet dari Iran Marjan Salahshouri. Pahlawan Indonesia berusia 23 tahun ini, dalam peragaan jurus mampu mengumpulkan poin 8,69. Sementara, sang lawan hanya 8,47 poin. Lawan terberat Defia sebenarnya berasal dari Korea Selatan, Yun Ji Hye. Tapi, kesempurnaan gerak Defia membuat dia menang dengan poin 8.52 banding 8.40 di semifinal. Karena itu, di final Defia berhasil mencatatkan poin yang lebih telak dalam jarak kemenangannya atas atlet asal Iran.

Sementara itu, peraih medali pertama Indonesia di Asian Games 2018, Edgar Xavier Marvelo punya cerita unik. Dia pernah iseng tampil di acara aksi anak bangsa, sebuah acara pencarian bakat di televisi. "Dulu saya pernah (tampil di tv), itu iseng saja. Pengin saja lebih menunjukkan ke masyarakat bagaimana itu indahnya wushu, kecepatan, kelenturan, dan kekuatan dalam setiap gerakannya," ucapnya, saat ditemu usai upacara pengalungan medali, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/8).

Berbicara tentang cita-citanya di dunia wushu, Edgar berharap bisa meraih gelar juara dunia seperti idolanya, atlet Wushu asal Tiongkok, Sun Peiyuan, yang nyaris dia kalahkan pada ajang perebutan medali emas di Kemayoran, pagi tadi.

Dengan pencapainnya saat ini, atlet berusia 19 itu mengaku tak ada keinginan untuk ke layar kaca seperti ajang pencarian bakat terdahulu. Dia justru bersemangat, untuk terus menempa ilmu bela diri wushunya agar bisa mencapai prestasi dunia.

"Untuk itu (layar kaca, red) saya belum ada keinginan. Saya ingin fokus terus menempa diri, dan meraih prestasi yang terbaik. Kalau dibilang ingin, ya ingin seperti idola saya, jadi juara dunia, bisa memberikan emas untuk Indonesia," ungkapnya.

Edgar sendiri mengenal wushu sudah sejak 2006 lalu, dia kemudian menjadi atlet junior di DKI Jakarta dan meraih medali pertamanya pada 2009, saat Kejurnas Junior. Pada 2010, dia kemudian semakin moncer dan meraih juara dunia saat kejuaraan di Singapura. "Saya berharap step saya bisa terus naik. Saya ingin menampilkan yagn terbaik dan berprestasi untuk bangsa ini," tuturnya.(gnr)

Kirim Komentar