18 Agu 2018 16:13

Tiongkok Bantu Turki Hadapi Anjloknya Lira

MyPassion
Ada kemungkinan besar Tiongkok akan menawarkan beberapa bantuan keuangan kepada Turki. Dilansir dari Channel News Asia beberapa hari yang lalu, Tiongkok secara hati-hati mempertimbangkan pilihannya dalam membantu Turki (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM---Ada kemungkinan besar Tiongkok akan menawarkan beberapa bantuan keuangan kepada Turki. Dilansir dari Channel News Asia beberapa hari yang lalu, Tiongkok secara hati-hati mempertimbangkan pilihannya dalam membantu Turki dan tidak akan menawarkan paket bailout besar karena risiko untuk dukungan yang lebih luas akan semakin memprovokasi AS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negaranya mencari cara untuk membentuk aliansi ekonomi alternatif dengan Iran, Rusia, Tiongkok dan beberapa negara Eropa, setelah AS kesal dan menjatuhkan nilai Lira.

Presiden AS Donald Trump telah menuntut agar Turki membebaskan seorang Pendeta Kristen Evangelis Andrew Brunson asal AS yang ditahan atas tuduhan membantu teroris. Turki sejauh ini menolak untuk mematuhi, mendorong Trump pada hari Jumat untuk menggandakan tarif pada impor AS dari baja dan aluminium Turki, menyebabkan Lira terjun bebas.

Jatuhnya nilai Lira membuat pasar saham dan ekonomi bereaksi hebat. Erdogan berjanji untuk mencari teman-teman ekonomi baru, termasuk di antara musuh tradisional AS seperti Rusia dan Iran.

Kekhawatiran tentang penularan terjunnya Lira membebani pasar saham Asia pada hari Senin, (13/8). Surat kabar Turki Daily Sabah melaporkan pekan lalu bahwa Bank of Tiongkok Turkey Inc, anak perusahaan Turki Bank of Tiongkok (BOC), akan membantu menerbitkan obligasi berdenominasi Yuan Tiongkok untuk pemerintah sebelum akhir tahun.

Baik pejabat BOC atau bank sentral Tiongkok tidak tersedia untuk dimintai komentar pada hari Senin. Ekonom Senior Asia, Aidan Yao mengatakan, ada kemungkinan Pemerintah Tiongkok akan memperpanjang bantuan ke Turki yang jumlahnya tidak kecil. Namun akan didasarkan pada perhitungan politik daripada ekonomi mengingat risiko yang akan terkait dengan langkah tersebut.

"Seperti halnya masalah pinjaman atau obligasi, selalu ada kemungkinan gagal bayar, dan risiko itu akan sangat tinggi ketika suatu negara berada di mata badai," kata Aidan.

Namun Beijing kemungkinan akan mempertimbangkan keuntungan jangka panjang untuk membangun aliansi dengan negara yang juga bertentangan dengan AS, sebab berpotensi memberi Beijing pengaruh politik global di masa depan.

Tetapi membantu Turki untuk menghindari sanksi AS kemungkinan akan lebih memprovokasi AS, yang dapat merespon dengan tindakan yang lebih keras terhadap Tiongkok.

Dosen Jurusan Bisnis Tiongkok dan Asia Timur di King's College di London, Sun Xin setuju bahwa kemungkinan besar bahwa Tiongkok akan membantu Turki sehingga dapat mempersatukan beberapa saudara kecil guna menghadapi ancaman perdagangan dari Amerika Serikat.

Namun, bantuan Tiongkok akan lebih dari isyarat politik daripada sesuatu yang akan membawa dukungan fundamental kepada Lira. "Secara umum, ukuran obligasi Panda, atau penerbitan obligasi tunggal dalam mata uang lainnya, cenderung terlalu kecil untuk berdampak baik pada Lira."

Obligasi Panda diperkenalkan pada tahun 2005 untuk investor asing untuk mengumpulkan uang melalui sekuritas dengan mata uang Yuan.(JawaPos.com)

Kirim Komentar