18 Agu 2018 16:17

Tak Hanya Turki, Ini Negara-Negara yang Terkena Sanksi AS

MyPassion
Amerika memang dikenal dengan kecerdikannya memainkan sanksi ekonomi. Tidak hanya Turki, dilansir dari The Guardian, beberapa negara juga mendapatkan beragam sanksi dari Amerika (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM---Konflik yang melibatkan penurunan nilai Lira Turki dengan Amerika menjadi perhatian dunia. Keputusan AS bermula ketika Turki menolak pembebasan Pendeta Andrew Brunson asal AS yasal Amerika yang diduga terlibat aksi kudeta di Turki yang gagal. Amerika memang dikenal dengan kecerdikannya memainkan sanksi ekonomi. Tidak hanya Turki, dilansir dari The Guardian, beberapa negara juga mendapatkan beragam sanksi dari Amerika, berikut diantaranya:

Kuba

Sejak 1960, sebagian besar perdagangan dan perjalanan ke Kuba dibatasi oleh AS. Ini dimulai dengan pemerintahan Dwight Eisenhower yang menerapkan embargo senjata pada tahun 1960 diikuti dengan blok besar-besaran terhadap sebagian besar perdagangan setahun kemudian.

Hubungan antara kedua negara itu tegang setelah revolusi yang sukses dipimpin oleh Fidel Castro pada tahun 1958 dan memburuk pada tahun 1962 ketika Kuba mengizinkan rudal Soviet untuk berpangkalan di pantai mereka. Krisis rudal secara langsung mengarah pada penerus Eisenhower, Presiden John F Kennedy, yang memaksakan pembatasan perjalanan pada warga negara AS yang berharap melakukan perjalanan ke Kuba.

Hubungan diplomatik AS-Kuba mulai berubah saat pemerintahan Obama dan Raúl Castro secara bersama mengumumkan pembukaan kembali hubungan diplomatik antara kedua negara pada bulan Desember 2014 sebelum pertemuan tatap muka pertama mereka pada bulan April.

Diumumkan pada bulan Januari bahwa akan ada pelonggaran pembatasan perdagangan dan peningkatan akses ke sistem keuangan Kuba untuk bank-bank AS. Banyak pembatasan masih tetap.

Meskipun masih dibatasi oleh undang-undang yang melarang pariwisata yang sepenuhnya diliberalisasi dan perdagangan bebas, beberapa langkah yang baru diumumkan menunjukkan upaya yang disengaja untuk membanjiri ekonomi komunis dengan teknologi dan uang Amerika dalam upaya untuk melemahkan kekuasaan pemerintahnya pada kekuasaan dan perbedaan politik.

Iran

Iran menerima tahap pertama sanksi AS setelah krisis sandera 1979 di kedutaan AS di Teheran. Pembatasan ekonomi telah dibuat jauh lebih parah meskipun Iran mengejar program nuklir, yang banyak di AS dilihat sebagai upaya untuk pengembangan senjata.

Sanksi diterapkan AS pada Iran maupun pada negara yang membeli minyak dari Iran. Nilai impor dari Iran turun dari USD 1,7 miliar pada tahun 1987 menjadi hanya USD 9 juta pada tahun 1988 dan pada tahun 2014 tampaknya tidak ada sama sekali.

Hubungan Iran dan AS kembali memburuk saat Trump menarik diri dari kesepatakan nuklir yang dibuat pada 2015. Sejak itu, Iran tidak membuka diri untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika.

Korea Utara

Sebelum pertemuan Trump dan Kim Jong Un pada Juni lalu, AS menggenjot sanksi yang telah lama diterapkan terhadap Korut terutama karena upaya negara komunis untuk program nuklir. Sanksi juga sangat luas. Ada beberapa tanda perbaikan dalam hubungan kedua negara di akhir 2000-an dengan Korea Utara berkomitmen untuk beberapa perlucutan senjata.

Beberapa pembatasan dicabut pada tahun 2008 dan Korea Utara telah dihapus dari daftar sponsor negara terorisme. Sekarang, Korea Utara dan Amerika sedang saling memantau terkait hal-hal yang mereka sepakati. Mengenai denuklirisasi yang dijanjikan oleh Korea utara, dan bantuan ekonomi AS terhadap rakyat Amerika.

Syria

Pemerintah AS saat ini terlibat dalam serangan udara terhadap pemberontak ISIS di Syria. Namun, itu juga tetap menentang kegiatan pemerintah negara yang dipimpin oleh presidennya, Bashar Al Assad.

Sanksi nasional telah diberlakukan sejak tahun 2004, ketika Pemerintah Syria dituduh mendukung terorisme, melanjutkan pendudukan atas Lebanon, mengejar senjata pemusnah masal dan program rudal.

Perang saudara di Syria telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pembatasan ekonomi. Pada 2011, Obama menandatangani perintah yang melarang penjualan, pasokan, atau layanan apa pun ke Syria dari AS atau oleh warga AS. Syria tetap berada di daftar sponsor negara terorisme.

Myanmar

Sanksi terhadap Myanmar pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 sebagai reaksi terhadap penindasan skala besar pada lawan-lawan politiknya.

Namun reformasi demokrasi baru-baru ini di Myanmar termasuk pengenalan pemilihan umum dan pembebasan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi telah membuat AS meringankan sanksi pada Myanmar. Termasuk peringanan sanksi ekonomi.(JawaPos.com/mpo)

Kirim Komentar