18 Agu 2018 07:20
Sekilas Renungan

“Kalianlah Generasi Milenial Abadi Indonesia”

MyPassion
Para pemuda bangsa memperjuangkan kemerdekaan (Istimewa)

Oleh Irwan Kartiwan

MANADOPOSTONLINE.COM - Hari ini, 90 juta generasi muda kita sudah dinyatakan, atau mengklaim dirinya, atau dipelopori beberapa tokoh bangsa saat ini, sebagai Generasi Milenial. Sebagai wujud statement aktualisasi prestisius yang diyakini tak ada seorangpun generasi muda kita menolak identitas ini. 

Seraya bersorak, pandangan ini menerawang ruang hampa di tengadah langit. (Adakah sadar kita arti “Generasi Milenial” ? Atau apakah ketika di lengan kita tergenggam HP, Android, Gadget, komputer dengan jaring internet sebagai media multi interaksi yang menjadi bagian dari kebutuhan primer kita, kita telah dan adalah generasi milenial? Apakah dan bukankah Milenial memaknai inisialisasi sebuah abad baru yang sarat  kemajuan teknologi tanpa senjata? Yang telah mampu merobohkan sekat-sekat batas ruang bumi menjadi sebuah keterbukaan yang terang benderang dan telah mampu diakses begitu mudah dan sederhana, menuju sebuah kesatuan, kesetaraan, merobohkan dinding-dinding batas informasi dan komunikasi menuju Union World dalam berbagai aspek. Menjadikan bumi begitu kecil dan menyatu.

Sesaat tengadah langitku ini menunduk datar. Memandang bumi datar. Memandang nyatanya wujud bumi dalam visualisi sempit. Karena di sana pada saat yang sama, semakin banyak panji-panji identitas diri-kelompok muda (milenialis) berteriak  nyaring dalam kemas dan bahasa milenialnya. Namun tetap dalam substansi kokoh indentitasnya  sendiri-sendiri. Dan seketika bodoh pikirku berbisik: mungkinkah ini yang dimaksud generasi milenialku? Dan kutundukkan kepalaku menghadap bumi seraya terpejam dan berkata walau hanya dalam hati: hampir 100 tahun lampau, para pendiri Republik ini, kalianlah Generasi Milenial yang sesungguhnya! Yang meruntuhkan beribu-ribu sekat dan beribu putera-puteri negeri ini dalam Ke Bhinekaan menjadi IKA. Itulah REPUBLIK INDONESIA, yang kita peringati lirih di usia rentanya 73 tahun. 

Milenial bukanlah mendefinisikan usia dan daya guna teknologi. Namun adalah sebuah aplikasi teknologi yang memiliki roh dan jiwa mempersatukan, meruntuhkan sekat dan dinding pemisah. Bukan membangun sekat pemisah identitas. Bila masih ada sisa-sisa proklamator yang masih berusia hari ini, saya ingin berujar: Kalianlah Generasi Milenial Abadi Indonesia. 

Dirgahayu Negeriku. (*)

Kirim Komentar