17 Agu 2018 09:21

Masta 2018 Dimatangkan

MyPassion
Wali Kota Vicky Lumentut memimpin rapat persiapan Manado Fiesta di Gedung Museum Coelacanth Dinas Pariwisata Manado. (Dok Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM — Rapat finalisasi persiapan pelaksanaan iven Manado Fiesta (Masta) 2018 digelar di Museum Coelacanth Dinas Pariwisata Manado, Rabu (15/08).

Dalam pertemuan yang dihadiri Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Mor Bastiaan dan Penjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Peter Assa itu diikuti semua penanggung jawab kegiatan.

Vicky berharap Masta 2018 terselenggara dengan sukses. Untuk itu, penting koordinasi yang baik antara Event Organizer (EO) dengan Pemkot Manado.

Menurut Vicky, apa yang ditampilkan dalam Masta 2018 tidak berbeda jauh dari 2017 lalu. Karena, seperti dalam karnaval FisCo, tetap diangkat keanekaragaman biota laut Bunaken serta keberagaman etnis, budaya dan agama. "Tema yang kita angkat kali ini adalah Manado Cerdas, Manado Rukun,” katanya.

Vicky juga memberi masukan agar EO memperhatikan usulan dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara serta kepolisian.

"Silahkan diperhatikan usulan-usulan untuk atraksi udara dan laut. Jangan diagendakan secara bersamaan. Penonton pasti konsentrasinya pecah jika atraksi udara bersamaan waktunya dengan atraksi laut dan karnaval di darat. Diaturlah supaya penonton bisa terkonsentrasi saat menyaksikan atraksi yang disuguhkan," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, sejumlah kepala perangkat daerah (peda) yang ditugaskan sebagai penangggungjawab, melaporkan tampilan masing-masing kelompok agama, etnis dan budaya yang akan berparade dalam pembukaan.

Rencananya, parade karnaval Masta dimulai dari Taman Berkat dan finish di areal Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado. Para peserta karnaval terdiri dari kendaraan hias melambangkan kerukunan yang akan ditumpangi wali kota dan wakil wali kota serta tokoh agama. Disusul kelompok drum band, etnis dan budaya serta agama yang ada di Manado. Peserta terakhir adalah parade 40 kendaraan hias FisCo yang menggambarkan biota laut Bunaken.

Menariknya, saat acara pembukaan, ada atraksi udara berupa terjun payung, paragliding serta atraksi manuver pesawat tempur. Sedangkan, di laut, selain perahu hias ada atraksi kapal perang dan simulasi pembebasan sandera. Di darat ada senam Poco-Poco masal, parade kendaran hias, dan panggung hiburan. (*/can)

 

Kirim Komentar