16 Agu 2018 12:11

Salahgunakan Randis, Kasat Pol-PP Kotamobagu Terancam Dicopot

MyPassion
Sahaya Mokoginta

MANADOPOSTONLINE.COM — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Kota Kotamobagu Dolly Zulhadji, terindikasi melakukan penyalahgunaan aset kendaraan dinas (randis). Menurut Sekretaris Kota Kotamobagu Adnan Massinae, Zulhadji telah mengakui kesalahannya itu. "Kasat indikasi penyalahgunaan aset kendaraan. Secara gentle mengakui, bahwa beliau salah menggunakan kendaraan itu," ungkap Massinae.

Jika terbukti menyalahgunakan, Zulhadji bisa sampai dicopot dari jabatan. "Kalau administrasinya teguran. Tetapi penyalahgunaan aset itu cukup  berat. Bisa dicopot karena itu menyalahgunakan," tegasnya.

Meski demikian kata Massinae, dirinya juga menghormati Kasat Pol-PP, karena sudah mengakui kesalahan. "Saya juga menghormati beliau karena dia mengakui, tidak melimpahkan kesalahan ke orang lain. Beliau bilang saya yang tanggungjawab itu," ujarnya.

Lanjut Massinae, prosedur yang dilanggar Zulhadji, yakni peminjaman hanya dilakukan secara lisan dan tidak sesuai peruntukannya.

"Walaupun niatnya baik. Tetapi dia melanggar prosedur, peminjaman hanya lisan saja. Yang kedua kendaraan yang dipinjamkan tidak sesuai peruntukannya. Kendaraan yang dipinjamkan adalah motor kendaraan operasi, teknis, spesifik penggunaannya, tapi digunakan kepada orang yang tidak spesifik," ujarnya.

Karena kesalahan tersebut, sehingga ada indikasi terjadinya penurunan kinerja di Satuan Pol-PP. "Karenanya, ada indikasi penurunan kinerja di instansinya. Kendaraannya sudah ditarik, tapi masih satu yang belum ada," tuturnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (KPP) bersama Bagian Aset Daerah terus menelusuri kasus dugaan penyalahgunaan randis itu. Semua kendaraan dinas yang biasa digunakan personel Sat Pol-PP di lapangan untuk operasional, dikumpul dan dilakukan pemeriksaan.

Menurut Kepala BKPP Sahaya Mokoginta, kasus ini sudah masuk ranah Majelis Kode Etik (MKE) Pemkot Kotamobagu dan terus diseriusi. “Kami sudah lakukan pemeriksaan aset di Pol-PP. Untuk motor jenis Bison semuanya sudah ada di sini, tapi trail belum ada semuanya,” ungkap Sahaya, Rabu (15/8).

Seharusnya, motor trail berjumlah enam unit, tapi yang ada baru empat. "Menurut informasi, yang satu unit rusak dan satu lain belum diketahui keberadaannya. Tapi, sesuai berita acara peyerahan barang, diserahkan ke Kasat Pol-PP untuk penyelesaiannya," tandasnya. (tr-06/tan)

Kirim Komentar