15 Agu 2018 13:24

Biaya Operasional Bus Dishub Boltim Tak Diberikan

MyPassion
Bus Dishub butuh perbaikan karena kodisinya sudah retak di bagian belakang. (Ayurahmi Rais/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Driver yang bertugas mengoperasikan bus di Dinas Perhubungan (Dishub) berang. Sebab, hampir delapan bulan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan peremajaan bus tidak diberikan. "Sekira delapan bulan ini, baru satu kali biaya BBM diberikan. Itupun saat acara sepak bola. Bahkan jumlahnya tidak sesuai yang ditentukan, hanya Rp 800 ribu," ungkap salah satu driver  Riantiarno Mamonto, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah sering memberitahukan kepada Dishub jika keadaan bus sudah tidak bisa digunakan. Karena ban rusak, bodi bagian belakang bus pun sudah mulai retak. "Risiko kecelakaan besar jika digunakan terus-menerus. Jika terjadi sesuatu pasti kami (driver,red) yang akan tanggung jawab," kesalnya.

Dia berharap, anggaran untuk BBM bus bisa diberikan. Karena ada aturannya, entah bus tersebut digunakan atau tidak, biaya operasionalnya tetap ada. Yakni sebesar Rp 1 juta tiap bulan atau Rp 3 juta setiap triwulan. "Jika bus tidak digunakan biaya operasional tetap ada. Karena bus wajib dipanaskan. Jadi kalau uang itu tidak diberikan kemana perginya," dia bertanya.

Terpisah, Kadis Perhubungan Boltim MR Alung ketika dikonfrmasi menampik hal tersebut. Menurut dia, biaya untuk peremajaan dan  BBM bus rutin diberikan setiap triwulan. Tapi untuk peremajaan harus menunggu laporan dari driver atau kepala bidang. "Jadi belum ada peremajaan, yang ada hanya perawatan dan perbaikan suku cadang. Maunya sih diperbaiki tapi anggarannya belum ada," jelasnya.

Dia pun memastikan, biaya BBM semua kendaraan Dishub selalu diberikan. "Setiap triwulan diberikan biaya BBM sebesar Rp 2 juta. Ada anggarannya dan selalu diberikan, baik untuk solar atau perbaikan suku cadang. Tidak ada yang terabaikan," pungkasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar