10 Agu 2018 11:08
JPU Bakal Kasasi

Oknum Mantan Kadis Divonis Bebas

MyPassion
(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sidang kasus pemalsuan dokumen Kartu Keluarga (KK) yang menjerat oknum kadis berinisial HT alias Hans akhirnya masuk agenda vonis, Rabu (8/8). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Hans bebas.

Ketua Majelis Hakim Denny Tulangow dalam vonisnya tersebut berpendapat aksi pidana pemalsuan KK yang disangkakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa belum memenuhi unsur yang kuat, sehingga Hans pantas bebas.

“Membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa. Demikian putusan ini kami buat berdasarkan pertimbangan dan saksi-saki dalam persidangan,” sebut Ketua Majelis Hakim Deny Tulangow selanjutnya mengetuk palu tanda keputusan sah diberikan.

Dari hasil putusan tersebut, pihak terdakwa menerimanya. Namun tidak dengan JPU. Terbukti, JPU menegaskan pihaknya akan mengajukan kasasi terkait putusan yang diberikan Majelis Hakim.

Sebelumnya diketahui, JPU Edwin Tumundo telah menuntut terdakwa Hans dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara. JPU menilai, perbuatan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pemalsuan. Dalam dakwaannya, JPU menyebut kalau perbuatan melawan hukum terdakwa dilakukan pada 14 Oktober 2010 silam di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado.

Berawal saat terdakwa masih menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Manado, didatangi saksi Alharun Gagundali. Di pertemuan tersebut, terdakwa meminta tolong kepada saksi Alharun untuk menerbitkan KK atas nama terdakwa. Usai menerima perintah terdakwa, saksi kembali menuju ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado.

Setelah itu terdakwa menghubungi saksi lewat telepon seluler. “Pada saat itu, saksi meminta data keluarga dari terdakwa yang nantinya akan dimasukkan dalam KK. Selanjutnya saksi melaporkan data tersebut kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado saksi Evans Steven Liow,’’sebut JPU.

Usai memberitahukan data base terdakwa kepada Kadis Evans Steven Liow, saksi Alharun kemudian menyerahkan selembar kertas kepada saksi Nirbito Soputan yang bertugas di Bidang Administrasi Kependudukan untuk mencetak KK terdakwa. Saksi Nirbito pun kemudian membuat KK sesuai petunjuk Alharun.

‘’Bahwa saksi Nibrito pada saat membuat kartu keluarga nomor 717107290100005 atas nama terdakwa, data yang ada hanya nama dari terdakwa beserta kedua anaknya, yaitu Rivo Tinangon dan Nindya Tinangon, sedangkan dalam surat tersebut tertulis istri sah terdakwa bernama Magdalena Katuuk sudah cerai mati, kendati istrinya masih hidup sampai sekarang,’’ kata JPU.

Bahwa, setelah adanya aduan dari saksi Magdalena, terdakwa dipanggil Asisten 3 Bidang Administrasi Pemkot Manado untuk mengklarisikasi laporan tersebut. “Sebab sewaktu terdakwa menikah secara sah dengan Magdalena, mereka mempunyai anak yaitu Alfa Tinangon dan telah tercatat dalam KK nomor 109/DIT/XI/2007  tanggal 16 November 2007 di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan, Minut dan status saksi Magdalena sebagai istri sah serta masih dalam keadaan hidup,’’sambungnya.

Diuraikan JPU juga, KK tersebut telah diganti tanpa sepengetahuan saksi Magdalena. ‘’Sehingga atas perbuatan itu, saksi Magdalena dan anaknya Alfa mengalami kerugian, kehilangan ahli waris yang sah dari terdakwa. Bahwa terdakwa dengan sengaja memalsukan surat atau dokumen, serta menandatangani KK tersebut yang tidak benar untuk digunakan dalam kepentingan terdakwa, namu diketahui istrinya,’’ tandas JPU.(rgm/ria)

Kirim Komentar