10 Agu 2018 16:50

Merusak Fondasi Rumah Warga, Pembangunan Talud Sungai Diprotes

MyPassion
Kondisi terkini Talud Sungai yang berada di Desa Bulawan Dua, Kecamatan Kotabunan, yang dikeluhkan karena merusak fondasi bangunan milik warga.(Ayurahmi/Manado Post )

MANADOPOSTONLINE.COM—Pembangunan talud sungai di Desa Bulawan ll, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim diprotes warga. Kusno Lasabuda, warga setempat, membeber jika dirinya mengalami kerugian akibat proyek yang dikerjakan CV Tanjung Jaya tersebut. Karena menurutnya, fondasi yang rencananya akan dijadikan dasar rumahnya, sengaja dirusak. "Fondasi rumah saya dirusak. Saya sudah melapor ke Polsek Kotabunan dan juga ke instansi terkait namun  belum juga digubris," ungkapnya dengan nada marah.

Dia pun meminta ganti rugi atas kerugian yang dialaminya. “Fondasi itu dibangun menggunakan uang. Jadi saya minta ganti ruginya. Hanya itu yang saya harapkan,” pintanya.

Dia pun menyesalkan, tanggapan dari Dinas PU dan serta Kapolsek yang terkesan tidak peduli dengan laporan yang ia sampaikan. "Saya seperti disudutkan. Padahal sudah melapor ke Polsek dan Dinas PU. Hasilnya, tidak ada tanggapan. Waktu saya hanya terbuang percuma,” akunya.

Keluhan warga tersebut ikut ditanggapi oleh  Dinas PU. Kepala Bidang Sumber Daya Air Hamid Alhabsyi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan kontraktor pelaksana. “Hal ini pasti diselesaikan. Hanya saja, kami harus melihat bukti kepemilikan tanah tersebut agar ada dasar hukumnya,” ujar Alhabsyi.

Menurutnya, jika ada bukti kepemilikan tanah, otomatis kontraktor akan memberikan ganti rugi terhadap kerugian warga tersebut. "Jika ada bukti kepemilikan tanah, pasti akan ada ganti rugi," dia memastikan.

Terpisah, Pelaksana Proyek Pembangunan Talud Fadli Losung saat di konfirmasi mengatakan, dirinya melakukan pekerjaan karena berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) dan sangadi sendiri yang menunjuk titik yang akan dikerjakan. “Soal fondasi tersebut, saya sudah mengatakan bahwa fondasi itu akan dibangun ulang, tapi yang bersangkutan tidak mau. Dia hanya ingin ganti rugi dengan uang cash,” tutupnya. (cw-04/ite)

Diketahui pembangunan Talud Sungai terhitung kontrak dari 25 Mei dengan proses pengerjaan 180 hari dan total anggaran Rp 291 juta. (tr-01)

Kirim Komentar