10 Agu 2018 10:50

Gelar Konser, Band Menteri Kumpul 2 Miliar

MyPassion
Elek Yo Band diawaki para menteri di Indonesia. (Dok BNI)

SEDERET musisi besar lintas genre dan generasi terlibat dalam konser penggalangan dana untuk gempa Lombok di di Cilandak Town Square, Kamis (9/8). Di antara deretan musisi dari jalur mainstream dan sidestream tersebut, terselip sebuah nama Elek Yo Band.

 

Elek Yo Band diawaki para menteri di Indonesia. Ada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam konser yang digelar itu, mereka membawakan dua buah lagu. Awalnya, penampilan mereka dibuka oleh Najwa Shihab, yang mengingatkan publik tentang momen saat Elek Yo Band manggung di Java Jazz Festival.

Setelah itu Retno yang menjadi vokalis Elek Yo Band mengaku kalau selama ini band-nya itu tidak seprofesional band lainnya. “Ini (Elek Yo Band) sama sekali enggak pernah latihan. (Band) yang lain profesional, ini yang paling tidak profesional,” ungkapnya saat berada di atas panggung, dilansir kumparan.com

Sebelum menyanyikan lagu pertama, Retno menyampaikan beberapa pesan dan bela sungkawanya pada korban bencana alam di Lombok. Ia mengajak masyarakat bersatu di tengah banyaknya bencana alam yang menimpa negeri ini. "Sambil mendengarkan, jangan lupa siapkan uang dari kantong masing-masing,” timpal Hanif sebelum mereka membawakan lagu 'Stand By Me' milik Ben E King.

Setelahnya, mereka membawakan lagu Gombloh berjudul 'Lestari Alamku'. Sebelum memainkan lagu tersebut, mereka mulai meminta para penonton yang hadir untuk turut serta berdonasi dalam acara itu. Basuki bahkan sampai mengabsen para pengusaha yang menyaksikan penampilannya. "Kalau jumlahnya belum sampai Rp 1 M, kami enggak turun,” ucap Hanif sedikit berkelakar.

Usai membawakan lagu milik gombloh, Budi Karya kemudian memainkan intro lagu Iwan Fals berjudul 'Bento'. Di pertengahan lagu, Retno pun terlihat membawakan kotak donasi yang tersedia. Sontak Hanif langsung mengambil alih vokal utama dalam lagu itu. "Ini ada masalah nih. Karena baru Rp 170 juta, jadi kami bermasalah nih,” kata Retno sebelum turun panggung untuk berkeliling.

Setelahnya, Menteri Retno kembali naik panggung dan menyampaikan informasi bahwa banyak para pengusaha yang sedang menyediakan cek. Hal ini memaksa mereka untuk membawakan lagu keempat, 'Andaikan Kau Datang' dari band legendaris Tanah Air Koes Plus.

Kadri Muhammad, mewakili penggagas konser tersebut, menyampaikan perhitungan sementara hasil donasi yang hampir mencapai sekitar Rp 980 juta.

Hanif kemudian meminta beberapa penonton menggenapi jumlah tersebut. Akhirnya, ada salah satu pengunjung yang menambahkan kekurangan tersebut hingga jumlah donasi terkumpul mencapai Rp 1 miliar. "Nah, itu satu keramik di surga,” ucap Hanif pada penonton yang menggenapi jumlah tersebut.

Setelah mengetahui jumlah tersebut, Elek Yo Band kembali tampil dengan membawakan lagu 'Indonesia Pusaka'. Kali ini mereka ditemani penyanyi Yuni Shara. Budi Karya kemudian memberikan kejutan pada para penonton ketika ia memutuskan untuk melelang gitarnya. Membuka harga dari Rp 10 juta, gitar tersebut nyatanya terjual dengan harga Rp 200 juta. "Semua (personel) Elek Yo Band akan tanda tangan, ya,” kata Najwa yang kian menambah nilai jual gitar tersebut.

Akhirnya pemenang lelang tersebut juga mendapat kesempatan manggung bersama Elek Yo Band. Mereka membawakan lagu 'I Dont Wanna Talk About It' dari Rod Stewart.

Setelah lagu berakhir, salah satu pengusaha Indonesia, Arifin Panigoro, kemudian naik ke atas panggung. Ia membawa serta cek yang berisikan nominal uang sejumlah Rp 1 miliar. Sehingga total donasi yang didapat usai Elek Yo Band manggung berjumlah Rp 2,2 miliar.

Selain Elek Yo Band, beberapa musisi besar tanah air seperti Glenn Fredly, Rossa, Andien, Once, Armand Maulana, dan lainnya juga memeriahkan konser yang digagas oleh Komunitas Biduan Indonesia, Musik Bagus, dan Ikatan Alumni UI itu.(tan)

Kirim Komentar