10 Agu 2018 17:53

Donald Trump Akan Bentuk Pasukan Angkasa pada 2020

MyPassion
Ilustrasi Luar Angkasa. (Pexels)

MANADOPOSTONLINE.COM—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menargetkan pembentukan pasukan angkasa pada 2020. Pasukan ini akan bertugas menjaga wilayah AS dari luar Bumi.

Diberitakan Reuters, pemerintah Trump pada Kamis (9/8) mengumumkan rencana pembentukan pasukan angkasa ini sebagai angkatan bersenjata keenam militer AS selain Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Marinir, dan Penjaga Laut.

Dalam pernyataannya di Pentagon, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan Angkatan Luar Angkasa adalah "gagasan yang sudah waktunya diwujudkan". Pence menyerukan agar Kongres menyetujui rencana pemerintah tersebut.

"Amerika akan menciptakan perdamaian di angkasa, seperti halnya di Bumi. Tapi sejarah membuktikan perdamaian hanya datang dari kekuatan, kaitannya dengan luar angkasa, Angkatan Luar Angkasa AS akan menjadi kekuatan dalam beberapa tahun ke depan," kata Pence.

Trump mendukung pernyataan itu di Twitternya: “Space Force all the way!”

Walau belum dapat persetujuan Kongres, tim kampanye pemilu 2020 Trump telah melakukan voting melalui email soal logo Angkatan Luar Angkasa AS. Ada enam logo yang bisa dipilih para pendukung Trump.

Nantinya Angkatan Luar Angkasa AS bertugas menjaga dan mengawal misi militer AS dari luar Bumi, termasuk mengoperasikan GPS dan sensor rudal musuh. Sebagai langkah awal, Pentagon pada akhir tahun ini akan membentuk Komando Angkasa AS.

Namun langkah Trump ini dikritik oleh kubu oposisi. Menurut mereka, Angkatan Luar Angkasa tidak diperlukan karena tugas itu sudah dilakukan oleh militer AS sebelumnya, salah satunya oleh Angkatan Udara.

Bahkan Senator Partai Demokrat Brian Schatz mengatakan ide Trump itu "bodoh". Senator Demokrat lainnya, Bill Nelson, mengatakan ide Trump akan memecah belah Angkatan Udara AS. Sementara Senator Bernie Sanders mengatakan pemerintah seharusnya fokus pada jaminan kesehatan ketimbang menghabiskan uang di luar angkasa.

Selain itu, AS adalah anggota Perjanjian Luar Angkasa 1967 yang melarang penempatan senjata pemusnah massal di luar Bumi. Di bawah perjanjian ini, negara-negara hanya boleh menggunakan bulan dan benda angkasa lain untuk tujuan perdamaian.

Salah satu argumen Trump membentuk pasukan angkasa adalah karena rival AS seperti Rusia dan China bisa menyerang satelit-satelit AS jika terjadi perang.

"Ini telah menjadi wilayah perang dan kami harus hadapi kenyataan ini," kata Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis.(Kumparan.com/mpo)

Kirim Komentar