10 Agu 2018 17:32

Biksu Thailand Divonis Penjara 114 Tahun Penjara

MyPassion
Pengadilan pidana di Bangkok menghukum Wirapol dengan hukuman penjara 114 tahun.(Channel News Asia)

MANADOPOSTONLINE.COM—Seorang mantan biksu Budha di Thailand memprovokasi kemarahan publik karena gaya hidupnya yang mewah. Ia dijatuhi hukuman hingga 114 tahun penjara setelah pengadilan memvonisnya bersalah.

Dilansir dari Channel News Asia pada Kamis, (9/8), mantan biksu tersebut bersalah karena telah melakukan penipuan, pencucian uang, dan kejahatan komputer.

Dia adalah Wirapol Sukphol yang menjadi berita utama pada tahun 2013, ketika ia terlihat dalam video YouTube yang duduk di jet pribadi dengan tas Louis Vuitton, memegang setumpuk uang tunai, dan mengenakan kacamata hitam desainer.

Ia melarikan diri ke Amerika Serikat dan dan kembali ke Thailand pada Juli 2017 setelah diekstradisi. Wirapol, sebelumnya dikenal dengan nama monastiknya Luang Pu Nenkham, diusir dari biksu pada tahun 2013 setelah video itu muncul.

Wirapol dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang gadis di bawah umur. Ini merupakan pelanggaran berat bagi seorang biksu. Apalagi itu hanya di antara tuduhan-tuduhan lainnya.

Pengadilan pidana di Bangkok menghukum Wirapol dengan hukuman penjara 114 tahun meskipun ia hanya akan melayani 20 tahun karena hukum Thailand menetapkan maksimum 20 tahun bagi seseorang yang dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan pelanggaran yang sama.

"Dia melakukan penipuan dengan mengklaim memiliki kekuatan khusus untuk memikat orang dan dia juga membeli banyak mobil mewah yang dianggap sebagai pencucian uang," kata seorang pejabat di Departemen Litigasi Khusus kepada Reuters.

Pejabat itu menolak untuk diidentifikasi karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media. "Pengadilan memutuskan dia bersalah atas beberapa pelanggaran yang mengakibatkan hukuman penjara 114 tahun ketika digabungkan, yang berarti dia akan benar-benar menjalani hukuman 20 tahun penjara," katanya.

Baik Wirapol maupun pengacaranya tidak bisa dimintai komentar. Wirapol menghadapi tuduhan terpisah atas penganiayaan anak dan penculikan anak. Putusan dalam kasus ini diharapkan akan dilakukan pada bulan Oktober.

Kasus profil tinggi Wirapol menyoroti serangkaian skandal seks dan uang yang telah mengguncang pendeta Budha Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah militer yang berkuasa setelah kudeta 2014 telah meningkatkan upaya untuk membersihkan agama Budha dengan menangkap para biksu yang terlibat dalam skandal korupsi dan melalui pengesahan RUU yang mengurangi pengaruh Buddha Sangha Supreme Council, sebuah badan yang mengatur para biksu Budha.(JawaPos.com/mpo)

Kirim Komentar