09 Agu 2018 14:52

Profesi Peternak Lebah Makin Berbahaya di Yaman

MyPassion
Yaman diketahui telah mengekspor sebanyak 50 ribu ton madu per tahun sebelum perang. Namun jumlah hasil ekspor mengalami penurunan lebih dari 50 persen (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM — Serangan udara, bom hingga ranjau di Yaman kini semakin mengkhawatirkan. Selain melukai warga sipil, kini keselamatan mereka juga ikut terancam seperti para peternak lebah.

Di negara bagian Arab yang miskin tersebut, madu Sidr sangat terkenal. Madu Sidr sendiri dihasilkan dari pohon jujube, namun selama tiga tahun perang hal itu justru mendorong ke ambang kelaparan dan menghancurkan ekonomi.

“Sebelum perang kami dapat menghasilkan madu dalam jumlah besar. Tapi sekarang petani madu yang memindahkan peternakan pribadi mereka di malam hari terkadang mendapat masalah seperti diserang dari udara,” kata pemilik salah satu toko madu di Ibu Kota Sanaa, Faris Al Howry seperti dilansir Reuters, Rabu, (8/8).

Hal itu mulai terjadi pada sekitar dua atau tiga petani yang diserang melalui serangan udara. Sebuah koalisi pimpinan Saudi yang melakukan intervensi untuk memulihkan pemerintah yang diakui secara internasional pada 2015 lalu telah melakukan ribuan serangan udara dalam pertempurannya melawan gerakan Houthi yang diarahkan Iran yang mengontrol wilayah Yaman yang paling padat penduduknya, termasuk Sanaa.

Beberapa serangan udara bahkan telah melukai warga sipil meskipun koalisi membantah melakukan serangan tersebut dengan sengaja. Seolah tak cukup serangan udara, para milis Houuthi juga menempatkan ranjau darat di wilayah yang berada di bawah kendali mereka.

Yaman diketahui telah mengekspor sebanyak 50 ribu ton madu per tahun sebelum perang. Namun jumlah hasil ekspor mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

Menurut Federasi Beekepers Yaman, ada sekitar 100 ribu orang yang bekerja di peternakan madu di Yaman. Kepala Organisasi Yaman untuk Pengembangan Madu dan Pertanian Abdullah Yareem mengatakan, para peternak madu sadar saat mereka mencoba pindah dari satu lokasi ke lokasi lain mereka terancam ditarget serangan bom. (jawapos.com/mpo)

Kirim Komentar