06 Agu 2018 09:16
Lewati Jalur Ekstrem Terbayar Keindahan Sunrise

Mirip Bromo, Surga Tersembunyi Sulut Ini Ditemukan di Poopo Minsel

MyPassion
Tumpukan embun pagi menghadirkan latar indah untuk berfoto. Awan putih tampil menawan, kian sempurna dengan hangatnya mentari. (Jendri Dahar/Manado Post)

Surga tersembunyi di Sulawesi Utara, ditemukan baru-baru ini di Gunung Payung Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Minahasa Selatan. Meskipun akses ke lokasi lumayan ekstrem, pemandangan yang bakal ditemui ketika tiba, sangat sepadan.

Laporan: Jendri Dahar, Minsel

DARI jantung desa yang berlatarbelakang hutan belantara itu perjalanan menuju puncak Gunung Payung penuh warna. Empat muara Sungai Ranoyapo harus diseberangi sebelum mencapai kaki gunung. Dibutuhkan fisik yang kuat untuk sampai di sana. Mendaki pada kemiringan 40 derajat hingga empat kilometer. Bagi pemula, waktu tercepat bisa sampai tiga jam.

Setibanya di sana, tampak truk bermuatan besar secara bergantian mengangkut timbunan kayu asli olahan dari dalam hutan. Beberapa meter dari sana merupakan jalur menuju perkebunan Wakan. Kesejukan suhu udara makin menyempurnakan objek wisata yang mulai viral ini.

Terik matahari akan sangat terasa bila pendakian dilakukan siang hari. Dedaunan pohon cengkih yang mendominasi tumbuhan di sana menjadi penyebab. Hampir tak ada jalanan rata, pengunjung hanya bisa beristirahat sekali di sebuah pondok atau biasa disebut daseng oleh masyarakat setempat. Bila beruntung, sejumlah hewan hutan seperti yaki, bahkan tarsius bisa ditemui.

Ekstremnya jalur menuju spot paling dicari itu bakal terbayar seketika pemandangan indah puncak Gunung Lokon dan deretan gunung kecil lain terpampang dari atas awan yang menutupi Motoling hingga Amurang. Bak berdiri di atas awan. Ini mirip pemandangan menawan yang disuguhkan Gunung Bromo atau dataran tinggi yang lebih dulu terkenal lainnya. Keindahan matahari terbit di sana sudah pasti menghilangkan kepenatan kehidupan perkotaan.

Pretty Mamesah, tokoh muda setempat menyebut, sejak viral, ratusan pengunjung sudah datang ke sana. Dia bahkan menyebut, keindahan lain bisa ditemukan di puncak Gunung Payung. "Ada burung taong yang memenuhi pepohonan. Dari atas pemandangan hingga ke Manado bisa terlihat," ungkap dia.

Sementara itu, Hukum Tua Poopo Eril Pekan menyebut, pihaknya baru membuka jalan baru. Jalur tersebut bisa dilewati kendaraan sehingga lebih cepat. Bahkan, di jalur tersebut bisa ditemui peralatan masak dari batu di zaman penjajahan.

Terkait pengembangan objek wisata itu, Pekan menyebut pihaknya terkendala status gunung yang menjadi kewenangan pusat. "Dinas pariwisata sebenarnya sudah siap menata anggaran untuk pengembangan wisata di sana tetapi perlu dijadikan aset pemkab dulu," jelasnya. Kalau sudah begitu, pihaknya hanya bisa mengupayakan pembuatan akses jalan makin baik. "Sembari menunggu hasil komunikasi antar lembaga terkait kewenangan gunung itu," pungkasnya.(***)

Kirim Komentar