01 Agu 2018 14:01

Waspada Campak Rubella

MyPassion

MANADO—Anak-anak terutama bayi dan balita rentan terserang infeksi. Ini disebabkan mereka belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna. Hal tersebut mendorong orangtua untuk memberikan imunisasi agar bisa mencegah penyakit campak. Ini penting. Karena saat ini pemerintah juga sedang mewaspadai ancaman virus Maesles Rubella (MR) atau campak Rubella.

 

Diketahui, Rubella pada anak merupakan penyakit ringan. Namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya. Bisa berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.

Prof Dr dr Fredy Wagey SpOG-(K) mengatakan, campak Rubella itu sering kita kenal dengan nama sarampa. Jadi jika penyakit itu terkena pada bayi atau ibu hamil, apalagi jika dirinya dalam masa hamil muda, maka akan berdampak cacat bawaan, cacat menetap, buta, tuli, katarak, kelainan jantung. Tapi jika bayi tetap bertahan hidup, maka dia akan bertumbuh dengan tubuh yang tidak normal bahkan dapat menyebabkan kematian.

“Jika memang terkena pada ibu hamil terlebih dalam masa hamil trimester pertama, maka kami akan mengusulkan untuk segera melakukan pengguguran. Karena sudah pasti hasilnya nanti akan buruk. Jika tidak mengalami keguguran dengan sendirinya bayi tersebut akan hidup cacat,” ujarnya saat diwawancarai Manado Post.

Lanjutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus itu sebetulnya bisa disembuhkan dengan sendirinya. “Kalau sampai terkena pada ibu hamil berarti ibu tersebut belum pernah terjangkit virus Rubella. Untuk itu diharapkan ibu hamil dapat menjauhi orang yang terkena sarampa, karena penularannya sangat muda,” pungkasnya.

Terpisah, dr Novie Rampengan SpA mengatakan, vaksin campak Rubella itu berisi vaksinasi untuk dua jenis penyakit. Yaitu penyakit campak dan penyakit rubella. Campak ini bila menyerang anak-anak yang belum pernah divaksin, dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada anak tersebut, berupa radang paru (pneumonia), diare, radang otak (ensefalitis) bahkan kematian. “Rubella biasanya berupa penyakit yang bersifat ringan pada anak. Tetapi bila menulari ibu hamil terutama pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan,” jelas Rampengan.

Disebutkan dr Rampengan, penyakit ini dikenal sebagai sindrom rubella kongenital. Dengan kumpulan gejala berupa katarak (kekeruhan lensa mata), penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan gangguan intelektual.

12
Kirim Komentar