26 Jul 2018 13:31

Harga Barito di Sitaro Tetap Mahal

MyPassion
Ilustrasi.(dok MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Meroketnya harga bawang, rica (cabai), tomat (barito) di Sulut, beberapa pekan terakhir ini tidak membawa pengaruh besar di daerah kepulauan, seperti di Kabupaten Sitaro. Pasalnya, jauh sebelum naiknya nilai barito seantero Sulut, bumbu dapur di Sitaro memang dibanderol dengan harga tinggi. Seperti dari pantauan, kenaikan dimulai sebelum perayaan Idul Fitri beberapa waktu lalu.

 

Saat diwawancarai, Kasman (35) salah satu penjual mengakui meski tinggi harga barito saat ini, masih tergolong normal bagi masyarakat. "Seperti rica dari 70 ribu menjadi 80 ribu per kg. Sementara bawang merah dan bawang putih dijual 50 ribu per kg, dari sebelum lebaran," tuturnya.

Sementara lanjutnya, tomat dari 10 ribu menjadi 18 ribu sebelum lebaran. Sekarang turun menjadi 15 ribu. "Meskipun harga masih tinggi, namun jualan tetap laris, karena tidak terpaut jauh. Memang sudah seperti itu harga di daerah kepulauan," singkatnya.

Sementara itu, Kadis Perindag Fatmawati Kalebos menjelaskan harga yang tinggi tersebut dipengaruhi faktor pengiriman. "Selain itu jika harga naik di wilayah Minahasa, berdampak pada kita di Sitaro. Juga tidak ada pemasok lain karena seluruhnya hasil dari daratan," singkatnya.

Terpisah Kadis Pangan dan Pertanian James Makasenda menjelaskan saat ini pemerintah berupaya mencari solusi terkait mahalnya harga bumbu dapur. "Sebab lahan kita juga sangat terbatas apalagi di seputaran wilayah Pulau Siau. Mayoritas masyarakat hanya menanam pala. Untuk itu kita melalui PKK juga terus menyosialisasikan pemanfaatan pekarangan rumah, sebagai tempat menanam barito, meski tidak menyelesaikan masalah, namun setidaknya membantu masyarakat," singkatnya.(drp/gel)

Kirim Komentar