20 Jul 2018 17:53

Di Kota Asmara, Jurnalis dan 2 Putrinya Bertemu, Belasan Tahun Pisah

MyPassion
Menurutnya, kembali berkumpul dengan kedua puterinya menimbulkan banyak harapan dan rasa damai. Lelaki berusia 58 tahun itu mengatakan bahwa dia terpisah dari istri dan kedua puterinya saat melintasi perbatasan Eritrea 2002 lalu (BBC)

MANADOPOSTONLINE.COM---Perang dingin selama beberapa dekade antara Ethiopia dan Eritrea akhirnya mencair. Setelah sebelumnya Perdana Menteri Ethiopia berkunjung ke Asmara, Ibu Kota Eritrea.

Selain saling membuka diri, perdamaian keduanya juga membuahkan berbagai kisah haru. Jurnalis Ethiopia Addisalem Hadigu akhirnya bertemu dengan kedua putrinya Asmera dan Danait di Eritrea untuk pertama kalinya setelah 16 tahun terpisah.

Peperangan dan konflik Ethiopia dengan Eritrea selama beberapa dekade telah banyak memisahkan keluarga. Namun kabar baik datang awal bulan ini, kedua pemimpin telah bertemu untuk pertama kalinya dan membicarakan banyak kesepakatan salah satunya membuka kembali masing-masing kedutaan di perbatasan.

Addisalem Hadigu dan kedua puterinya kembali bertemu dengan penuh rasa haru. Ketiganya bahkan menangis karena akhirnya dapat kembali bersama setelah terpisah belasan tahun lamanya.

Ayah dan dua puterinya tersebut kembali bertemu karena penerbangan komersial pertama antara kedua negara dalam 20 tahun mendarat di Ibu Kota Eritrea, Asmara.

"Penderitaan saya telah berakhir. Saya telah bertemu dengan putri saya dan mencium mereka, juga menumpahka air mata saya," kata Addisalem seperti dilansir BBC.

Menurutnya, kembali berkumpul dengan kedua puterinya menimbulkan banyak harapan dan rasa damai. Lelaki berusia 58 tahun itu mengatakan bahwa dia terpisah dari istri dan kedua puterinya saat melintasi perbatasan Eritrea 2002 lalu.

Terbangnya Ethiopian Airlines ke Eritrea bahkan disebut sebagai burung perdamaian karena menjadi penerbangan pertama sejak perang perbatasan 1998-2000 tersebut.(JawaPos.com/mpo)

Kirim Komentar