19 Jul 2018 17:10

Tentara Israel Usir Pengungsi Syria di Dataran Tinggi Golan

MyPassion
Tentara Israel mengusir pengungsi Syria di Dataran Tinggi Golan (Ronen/Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM — Puluhan warga Syria yang terlantar ditolak oleh unit-unit militer Israel pada Selasa ketika mereka berusaha mendekati pagar perbatasan di sepanjang Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (18/7), insiden pada hari Selasa terjadi di Quneitra, di mana Pemerintah Syria berjuang untuk mendorong sisa-sisa pemberontak dan militan terakhir yang tersisa ke daerah ISIS.

Para pengungsi Syria berhenti sekitar 200 meter dari pagar, sebelum seorang tentara Israel mengatakan kepada mereka untuk pergi. "Anda berada di perbatasan negara Israel. Kembalilah, kami tidak ingin menyakitimu," ujar tentara Israel berteriak dalam bahasa Arab melalui pengeras suara di kerumunan.

Kerumunan pengungsi Syria termasuk perempuan dan anak-anak kemudian berjalan kembali dengan perlahan menuju perkemahan tentara Israel. Beberapa berhenti di tengah jalan dan melambai-lambaikan kain putih ke arah perbatasan Israel.

Kelompok ini di antara puluhan ribu warga Syria yang telah tiba di dekat perbatasan selama sebulan terakhir setelah pertempuran baru di sepanjang provinsi selatan Deraa dan Quneitra di negara itu. "Kembalilah sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Jika Anda ingin kami dapat membantu Anda, kembalilah," kata perwira tentara Israel itu kepada kerumunan.

Kontributor Al Jazeera Stefanie Dekker melaporkan dari Dataran Tinggi Golan mengatakan, ratusan lebih warga Syria yang berkumpul di sepanjang perbatasan pada hari Selasa tidak punya tempat lain untuk pergi. Meskipun Israel dan Yordania menyediakan beberapa tenda untuk beberapa pengungsi, ada kekhawatiran tentang situasi kehidupan mereka.

"Apa yang kami pahami adalah mereka telah kembali ke tenda-tenda di kamp sementara di mana mereka berada. Orang yang dipindahkan harus menghadapi peningkatan suhu serta masalah sanitasi dan air," ujar Dekker.

Menurut Dekker, di antara pengungsi terdapat aktivis, wartawan, juga keluarga yang takut pada apa yang akan terjadi jika Pemerintah Syria mengambil alih desa-desa tempat mereka tinggal.

PBB memperkirakan bahwa 160.000 warga Syria telah mengungsi karena kerusuhan baru-baru ini. Sebagian besar dipicu oleh Pemerintah Syria dan sekutu Rusia untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak di selatan.

Israel telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi di kamp-kamp terdekat dengan garis pemisah Israel-Syria 1974 di Dataran Tinggi Golan tetapi Israel tidak akan mengizinkan pengungsi Syria menyeberang ke wilayah yang dikuasai Israel. (jawapos.com/mpo)

Kirim Komentar