19 Jul 2018 12:52

Pasukan Khusus TNI Siaga di Sulut

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM — Letak geografis Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan dengan wilayah konflik, menjadi perhatian serius tiga matra TNI. Pasukan khusus dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, sejak kemarin hingga hari ini, menggelar latihan tempur di wilayah Manado.

Untuk Kodam XIII/Merdeka operasi bersandi Kesiapsiagaan Operasional Kodam XIII/Merdeka TA 2018’. Pangdam Mayjen TNI Madsuni menyampaikan, simulasi diprioritaskan untuk mengecek kesiapsiagaan operasional Kodam Merdeka dalam menghadapi Rentinkon siaga operasional atau Mission Oriented Training guna mengatasi aksi terorisme. “Khususnya kita akan melakukan latihan pengamanan untuk daerah Manado dan Minahasa, dalam hal ini Provinsi Sulawesi Utara,” sebut pangdam, kemarin.

Madsuni menambahkan, aktivitas terorisme di Indonesia saat ini masih merupakan salah satu ancaman aktual yang terus merongrong kewibawaan Pemerintah RI, terlebih khusus aparat pertahanan dan keamanan negara. “Kondisi ini tentunya menuntut kesiapsiagaan operasional dari seluruh Kotama Ops TNI agar senantiasa siap siaga secara operasional untuk menghadapi setiap kontinjensi dan dinamika yang berkembang, serta mewujudkan interoperability antar matra di dalam menangani aksi terorisme. Kegiatan ini, Kodam XIII/Merdeka menggelar operasi untuk mengatasi aksi terorisme dalam rangka mendukung tugas pokok TNI,” tegas mantan Danjen Kopassus tersebut.

Kejadian di Marawi Filipina Selatan menjadi patokan Pangdam Madsuni. “Kejadian di Marawi menjadi contoh aktual yang harus menjadi pembelajaran, di mana hanya dalam waktu beberapa jam saja Kelompok ISIS Maute berhasil menguasai Kota Marawi dan mempertahankannya selama beberapa bulan. Hal itu tentunya tidak boleh terjadi di wilayah NKRI, terlebih khusus di wilayah tanggung jawab Kodam XIII/Merdeka, yang kebetulan berbatasan dengan wilayah Filipina Selatan,” ungkap jenderal bintang dua tersebut.

“Yang patut kita waspadai sekarang ini adalah potensi kemungkinan adanya pelarian para teroris militan ISIS Marawi yang telah terdesak dan terpojok menuju wilayah NKRI, melalui wilayah kerja Kodam XIII/Merdeka di Sulawesi yang begitu luas,” pungkasnya.

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII/Manado juga ikut operasi. Sandinya ‘Kesiapsiagaan Operasional Koarmada II 2018’. “Kita latihan di Kawasan Megamas (depan KFC), melibatkan KRI Diponegoro-365, KRI Sultan Nuku-373, KRI Badik-623, KAL Patola, KAL Tedung Naga dan unsur udara seperti Cassa U-6216, Helly Panther HS 4204 dan satkopaska Koarmada II,” ungkap Danlantamal VIII/Manado Laksma Ahmadi Purwono, melalui Kadispen Mayor Laut Yusuf Ali, kemarin.

Terpisah, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Laksma TNI Erwin S Aldedharma menyebutkan, latihan ini merupakan bentuk implementasi tugas-tugas TNI sebagai alat pertahanan negara. “Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34/2004 Tentang TNI," ujarnya.

Tahapan latihan TNI terdiri dari gladi mako yang diikuti tahap serta demonstrasi di laut. “Perlu diketahui dalam pelaksanaan manuver lapangan sebagai aplikasi cara bertindak pada latihan kesiapsiagaan," beber Aldedharma.

Operasional Koarmada II TA 2018 kali ini diikuti sebanyak 650 personel. Terbagi atas unsur laut dari TNI AL, dan instansi samping serta dibantu oleh beberapa unsur pesawat udara. Sedangkan untuk materi latihan, meliputi Maritime Interdiction Ops Drill Tempur Darat, Evakuasi Medis Udara dan Prisoner Handling. Hal-hal tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun dan merevisi rencana operasi yang berkelanjutan dengan selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan satuan samping. “Tujuan pelaksanaan latihan ini untuk menguji Kesiapsiagaan Operasional Koarmada II melaksanakan tugas mengatasi berbagai bentuk ancaman,” tandas Laksma TNI Erwin Aldedharma.

Sasaran latihan guna meningkatkan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada II dan jajaran dalam merespons setiap ancaman yang muncul. “Demikian juga dengan tingkat penguasaan teknik, prosedur dan mekanisme dalam mengatasi ancaman-ancaman tersebut, diikuti dengan kerja sama dan koordinasi dengan instansi pemerintah dan non pemerintah,” tukasnya.

Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado pun bakal menggelar operasi berupa latihan militer. Bertempat di pangkalan militer samping Bandara Sam Ratulangi. Target latihan sama, menanggulangi terorisme. “Esok (hari ini) akan ada latihan gabungan TNI AD, AU, AL untuk penanggulangan teror. Untuk TNI AU latihannya seperti penyaderaan di tower, kantor Airnav dan Pertamina bandara,” beber Danlanudsri Kolonel Nav Insan Nanjaya, melalui Mayor Jhony Gumansalangi, Kapen Lanudsri Manado. (rgm/gnr)

Kirim Komentar