18 Jul 2018 15:27

Warga Malaysia Tolak Mobil Nasional, Mahathir Kecewa

MyPassion
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, ia kecewa karena idenya untuk membuat kembali mobil nasional belum diterima dengan baik oleh masyarakat (The Star Online)

MANADOPOSTONLINE.COM — Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, ia kecewa karena idenya untuk membuat kembali mobil nasional belum diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia mengaku diberitahu bahwa tak seorang pun menginginkan adanya mobil nasional.

Banyak warga mengatakan, sudah cukup dengan hanya memiliki Proton yang sekarang sudah dibeli oleh Tiongkok. "Kami tidak memenuhi syarat dan tak mampu memiliki industri otomotif," kata Mahathir dilansir Channel News Asia Selasa, (17/7).

Menurutnya, orang Malaysia lebih siap membeli mobil impor termasuk dari Tiongkok dan juga mobil buatan Jepang dan Jerman. Terutama, bagi mereka yang mampu membelinya.

"Saya masih ingat mobil Jepang setelah perang. Sebagai pengguna, jika kita menggores dengan kuku jari kita, kita akan melihat kaleng Milo, tetapi dari mobil-mobil kaleng Milo ini menjadi berbagai model, seperti Toyota, Nissan, dan Suzuki yang sekarang kami gunakan," katanya.

Mahathir menjelaskan, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menjadikan mobil nasional kedua yang diusulkan sebagai industri otomotif milik pemerintah. Dia mengatakan, sektor swasta di negara itu sekarang mampu merancang, membuat model uji, serta memproduksi mobil dalam skala besar.

“Tapi karena sejak awal masyarakat menolak ide mobil nasional kedua, maka kami akan menentang semua proposal untuk memproduksi mobil oleh sektor swasta. Tentu saja, pemerintah tidak akan memiliki industri otomotif milik pemerintah,” ujar Mahathir.

Pada akhirnya, kata dia, Proton dijual kepada orang asing. Tidak ada lagi mobil nasional, tidak ada lagi industri otomotif. Pekerja, insinyur, manajer juga kehilangan pekerjaan. Semuanya menurun. (jawapos.com/mpo)

Kirim Komentar