18 Jul 2018 13:01

Harga Rica di Mitra Melonjak, Diskop Masih Tunggu Laporan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Dua hari usai perayaan pengucapan syukur Mitra, harga sejumlah bahan pokok belum normal. Dari pantauan, Senin (28/5), di Pasar Ratahan dan Belang, harga rica yang sempat naik sebelum pengucapan, terus meroket. Seperti dikatakan Tama Munte, salah satu pedagang Pasar Ratahan. Menurutnya, harga rica sejak H-2 pengucapan sampai saat ini (kemarin) terus melonjak.

“Dari harga awal yang hanya Rp 60 ribu per kilo. Kemudian beberapa hari naik menjadi Rp 75 ribu per kilo. Bahkan harga rica hingga saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilo,” bebernya.

Dia mengungkapkan kenaikan harga rica dikarenakan, pasokan dari wilayah Langowan harganya juga terus naik. “Mungkin penyebabnya dikarenakan jelang pengucapan syukur Minahasa,” ujarnya.

Meski begitu, Tama mengatakan, untuk harga bapok lainnya sudah kembali normal seperti biasanya. “Walau sempat terjadi kenaikan, kalau untuk harta bapok lainnya sudah kembali normal,” tambahnya.

Sementara itu, untuk harga ikan juga masih terjadi kenaikan. Kondisi ini pun diungkapkan sejumlah pedagang ikan. Salah satunya Nortje Penusingon, pedagang ikan di Pasar Belang. Dia menyebutkan hampir seluruh jenis ikan terjadi kenaikan harga. “Misalnya harga ikan Cakalang per keranjang biasa Rp 150 ribu, kini mencapai 250 ribu sampai 300 ribu. Begitu pun dengan Malalugis biasa 200 ribu, kini mencapai 350 ribu. Serta ikan Tude yang harga normal Rp 250 per khas, kini capai Rp 400,” kata pedagang asal Desa Minanga, Kecamatan Posumaen ini.

Diungkapkannya, kenaikan tersebut tak lepas dari pengaruh cuaca di laut. Di mana dalam beberapa hari terakhir terjadi gelombang. “Kami harapkan kalau cuaca sudah normal. Harga ikan juga bakal ikut normal,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM, melalui Kabid Perdagangan Teddy Langoy mengatakan, untuk harga rica memang sering terjadi kenaikan. Meski jumlah pasokan tetap, namun meningkat di jumlah permintaan. “Tapi kami akan cek besok (hari ini), apa faktor-faktor yang sebabkan kenaikan. Namun yang pasti kami masih tunggu laporan dari tim pemantau,” jelasnya. (cw-01/gnr)

Kirim Komentar