18 Jul 2018 13:23

Harga Cabe di Bolmong Makin Pedas

MyPassion
Cabe di Pasar Lolak, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong terjadi kenaikan, Selasa (17/7), kemarin. (Dewi Muntia//MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Harga cabe rawit dan keriting di Pasar Lolak Kabupaten Bolmong ‘tambah pedas’, karena terjadi kenaikan. Dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu.

Kepala Disperindag dan ESDM Bolmong Ir George Tanor, melalui Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Helmi Mokodongan mengatakan, kenaikan harga cabe disebabkan, produksi cabe sedikit, karena gagal panen. "Harga cabe rawit dan keriting mahal, karena banyak wereng atau hama yang menyerang tanaman cabe sehingga berbuah sedikit," ungkap Helmi, didampingi Kepala Seksi Suharto Mokualung, Selasa (17/7), kemarin.

Lanjutnya, pengaruh kenaikan harga cabe juga karena kebanyakan pedagang membeli cabe di pasar kota, kemudian diencerkan di pasar tradisional. Dan juga karena cabe di Bolmong banyak diminati pasar luar atau sudah beredar di luar, otomatis ada kenaikan harga. 

"Cabe ini merupakan tanaman musiman, serta di Pantura belum merupakan tanaman budidaya, makanya mahal. Tapi yang membuat pasokan cabe rawit stabil, karena ada pasokan dari Gorontalo dan Palu," jelasnya. 

Menurut dia, harga cabe nasional dengan harga daerah kadang berbeda. Biasanya kalau cabe harga nasional tinggi, tapi harga di daerah rendah. Bahkan selisihnya sampai 20 ribu.   Sementara itu, Pedagang Pasar Lolak Welmi Hamzah menambahkan, harga cabe terjadi kenaikan di pasar. "Ini karena kurang buah. Dan karena musim," singkatnya. (cw-03/ite)

 

 

 

Kirim Komentar