18 Jul 2018 14:45

2.029 Unit Tak Aktif, Dinas Kopersi dan UMKM Sulut Imbau untuk Tak Sembarang Beri Izin Koperasi

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM diimbau agar selektif dalam memberikan izin pembentukan koperasi. Pasalnya, hingga saat ini di Sulut sudah ribuan koperasi yang terbentuk. Hampir setengah sudah tidak aktif. Dari data Dinas Koperasi dan UMKM, ada  4.920 unit koperasi tersebar di Sulut. 2.029 diantaranya sudah tak aktif. “Saat ini, koperasi memang memiliki citra yang tidak terlalu bagus bagi masyarakat. Manfaat dari kehadiran koperasi yang kurang dirasakan sehingga memengaruhi citra koperasi itu,” ungkap pengamat ekonomi Sulut, Robert Winerungan.

 

Akademisi Unima ini menambahkan, setiap anggota koperasi harus menyadari bahwa mereka bekerja dan berusaha demi kepentingan bersama. “Banyak yang hanya menjadi alat oleh yang punya modal. Sehingga mendirikan koperasi bukan karena kebutuhan masyarakat dan anggotanya,” jelasnya.

Citra yang buruk ini menurutnya, sudah tertanam sejak dulu. “Sekarang waktunya citra ini diperbaiki. Karena jika tujuannya tidak sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan anggota, maka citra koperasi akan tetap jelek. Makanya sekarang saatnya dilakukan perubahan,” tegasnya.

Dia pun berharap, pemerintah memperhatikan pemberian ijin pendirian koperasi. “Artinya, pemerintah perlu lebih selektif lagi. Jangan sembarang memberikan izin. Lihat keaktifam partisipasi anggota. Pantau terus bagaimana mereka berusaha, kalau tidak sesuai, dibubarkan saja,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Happy Korah mengaku memang banyak koperasi yang tidak lagi aktif.  Dia pun berupaya meningkatkan kualitas serta mengedukasi masyarakat pentingnya koperasi. “Bukan hanya itu saja, kami bimbing koperasi yang ada supaya bisa berhasil dan menghasilkan,” ungkapnya.

Kementerian Koperasi, lanjutnya, sedang mengupayakan peningkatan kualitas dengan jalan mereformasi koperasi. “Maksudnya kami lakukan kembali pendataan, kami data yang masih aktif, yang tidak kami non aktifkan, yang aktif kami berikan pendampingan dalam berusaha,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DMPTSP) Sulut ini membeber, hingga Juni terdapat 38 unit koperasi baru yang bertambah. “Yang aktif masih akan kami lihat kembali keaktifannya. Bagaimana dan sampai di mana, yang pasti sesuai dengan standar yang kami berikan. Lebih baik sedikit tetapi memiliki hasil kerja yang nyata daripada banyak namun tanpa hasil,” pungkas Korah.(tr-05/fgn)

Kirim Komentar