17 Jul 2018 12:32
Pengumuman Juli-Agustus/

Formasi Tuntas, Rekrutmen CPNS Dibuka

MyPassion
Asman Abnur

MANADOPOSTONLINE.COM—Pencari kerja di Sulawesi Utara (Sulut) sudah boleh bersiap. Yang berniat masuk pegawai negeri sipil (PNS), peluangnya kini terbuka lebar. Jika penetapan formasi telah tuntas, rekrutmen pun bakal dibuka Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, antara akhir Juli atau awal Agustus.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir menyatakan, pihaknya kini terus melakukan proses validasi data untuk menetapkan formasi akhir terkait jumlah aparatur negara yang nantinya akan ditarik. “Saat ini masih proses validasi dari data-data pengajuan formasi yang diajukan kementerian/lembaga dan daerah melalui e-Formasi,” katanya, Senin (16/7) kemarin dilansir dari liputan6.com.

Dia melanjutkan, Menteri PANRB Asman Abnur telah mengarahkan agar tahap tersebut (validasi formasi, red) dapat cepat diselesaikan dalam waktu dekat ini. “Sesuai yang disampaikan Menteri PANRB, diharapkan itu (formasi) dapat diumumkan akhir bulan ini atau awal Agustus,” sebutnya.

Seperti telah diketahui, proses penerimaan CPNS 2018 kali ini mengusung misi untuk memprioritaskan sejumlah posisi, seperti guru atau pengajar dan tenaga kesehatan. Selain itu, jalur prioritas juga dibuka untuk para diaspora atau anak bangsa yang berkarir di luar negeri. "Prioritas untuk diaspora diadakan supaya mereka bisa menyumbangkan keahlian dan kapasitas di bidang masing-masing bagi Tanah Air dengan bekerja di dalam negeri dengan status PNS," ujar Mudzakir.

Namun begitu, lagi-lagi dia mengatakan, prosentase jumlah penerimaan tenaga prioritas tersebut masih terus dihitung berapa besarannya oleh KementerianPAN-RB. Ketika ditanya lebih lanjut terkait hasil evaluasi proses penerimaan CPNS 2017, Mudzakir menjawab, Kementerian PANRB hingga saat ini tidak memiliki catatan buruk atau menerima keluhan dari pihak Kementerian/Lembaga terkait sistem seleksi tersebut. “Proses telah dijalankan sesuai peraturan dan perundangan, serta mengimplementasikan sistem yang berbasis merit dalam merekrut PNS,” Mudzakir menuturkan.

Sebelumnya, MenPAN-RB Asman Abnur menjelaskan, tahun ini ada 250 PNS pusat maupun daerah yang pensiun. Pemerintah tetap mempertahankan pengisian kursi CPNS baru dengan model zero growth. Sehingga kuota CPNS baru yang dibuka tahun ini tidak sampai 250 ribu. “Tahun ini akan ada penambahan khusus untuk guru dan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Untuk formasi CPNS guru daerah, Asman mengatakan, sekitar 100 ribu orang. Sementara untuk CPNS tenaga kesehatan, dia belum bisa menyampaikan angkanya. Sebab, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kesehatan.

Lantas bagaimana dengan nasib guru honorer? Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menuturkan, tidak ada kuota khusus untuk honorer. “(Guru honorer, Red) Silahkan ikut (mendaftar, Red) bagi yang masih di bawah 35 tahun. Yang lebih dari 35 tahun belum (ada skemanya, Red),” jelasnya.

Bima menjelaskan, beberapa tahun lalu pernah ada kuota khusus untuk tes CPNS baru dari kelompok tenaga honorer. Tetapi, nyatanya hasil tes menunjukkan angka ujian yang jeblok. Dia mengatakan saat ini pemerintah didesak dari sisi kemanusiaan, supaya mengangkat honorer itu. “Kemanusiaan untuk honorernya atau muridnya,” katanya.

Dia menegaskan, rekrutmen CPNS baru tetap harus menyeleksi sumber daya yang berkualitas. Tidak boleh asal menerima. Apalagi hanya pertimbangan sudah lama mengabdi menjadi honorer. Jika guru tidak berkualitas dipaksa lolos jadi CPNS, lanjutnya, kasihan muridnya.

Bima menegaskan pendaftara CPNS baru untuk para tenaga honorer tetap melalui jalur reguler. Jadi, persyaratan seperti usia dan kualifikasi pendidikan, sama persis dengan pelamar umumya. Persaingan murni dari proses seleksi.

Dia mengatakan tahun lalu kuota CPNS dibuka sekira 30 ribu kursi dengan jumlah pelamar lebih dari 2 juta orang. Kebanyakan untuk instansi pusat. Sementara tahun ini kuotanya jauh lebih banyak. Sehingga BKN menyiapkan tempat ujian berbasis komputer untuk bisa menampung 10 juta pelamar.

Diketahui, pemprov dan kabupaten/kota di Sulut sudah mengirim usulan. Totalnya mencapai 7.071 formasi. Paling banyak dibutuhkan tenaga pendidik 4.070 dan tenaga kesehatan 1.790.

Meski formasi belum turun, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Femmy Suluh mengatakan, masyarakat sudah bisa mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Karena seleksi terbuka untuk umum.

Dia juga mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai menyosialisasikan kepada masyarakat yang ingin melamar menjadi PNS agar bersiap-siap. "Jadi sosialisasi yang kita lakukan itu yah harus sejak dini mengecek nomor induk kependudukan (NIK) dan syarat administrasi lain. Setidaknya, semua pelamar harus paham apa saja kelengkapannya,” imbuhnya.(tr-02/gnr)

Kirim Komentar