16 Jul 2018 14:39

Venezuela, Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Jatuh dalam Krisis

MyPassion
Krisis ekonomi di Venezuela, ikan ditukar dengan tepung (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM — Presiden Venezuela Nicolas Maduro kembali terpilih sebagai Presiden Venezuela untuk masa jabatan enam tahun kepemimpinannya tersebut. Namun kemenangannya tersebut kemudian mengundang kecurigaan komunitas internasional dan oposisi Venezuela.

Mereka menuding hasil pemungutan suara itu tidak bebas dan adil. Kemenangan Maduro bertepatan dengan krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela.

Seperti dilansir BBC, krisis tersebut kemudian dicurigai sebagai pemicu perpecahan mendalam yang melanda Venezuela. Negara yang kaya dikenal kaya minya karena mempunyai cadangan minyak terbesar di dunia mengalami krisis parah.

Banyaknya minyak yang mereka miliki malah tak berkontribusi pada kemakmuran. Namun jadi akar dari banyak masalah ekonomi. Saking krisisnya warga sampai melakukan barter barang untuk memenuhi kebutuhan mereka sebab uang cash sukar didapat.

Seharusnya melalui pendapatan negara yang menyumbang sekitar 95 persen dari pendapatan ekspor minyak, Venezuela tak perlu mengalami krisis ekonomi. Dengan jumlah tersebut berarti ketika harga minyak tinggi, banyak uang mengalir ke pundi-pundi Pemerintah Venezuela.

Pada masa pemerintahan Presiden Sosialis Hugo Chavez sejak Februari 1999 hingga wafatnya Maret 2013 lalu, Venezuela tidak mengalami krisis ekonomi yang serius. Chavez menggunakan sebagian dari uang pendapatan negara untuk membiayai program sosial yang murah untuk mengurangi ketidaksetaraan dan kemiskinan.

Selain itu, dua juta rumah telah diciptakan melalui program pemerintah sosialis yang disebut Misión Vivienda (Misi Perumahan) pada masa pemerintahannya. Namun akibat turunnya harga minyak dengan tajam pada 2014 lalu, pemerintah tiba-tiba dihadapkan dengan hutang dan lilitan ekonomi.

Mereka kemudian harus mengurangi beberapa program yang paling populer yang telah digalakkan Chavez sebelumnya. (jawapos.com/mpo)

Kirim Komentar