16 Jul 2018 11:38

Pengurusan SIPI Lambat, Nelayan di Bitung Nganggur

MyPassion
Sejumlah perahu nelayan parkir di Pelabuhan Perikanan Bitung. Nelayan harus menunggu SIPI keluar baru bisa melaut lagi. (Dok/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Puluhan hingga ratusan nelayan Kota Bitung harus menganggur selama berbulan-bulan hanya karena menungu pengurusan dokumen. 

Dokumen tersebut dalah Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang harus memakan waktu hingga tiga bulan untuk bisa mendapatkannya.

Anggota DPRD Bitung Keegan Kojoh menuturkan, para pemilik kapal dan nelayan harus parkir menunggu keluarnya dokumen itu. 

“Lihat saja di Pelabuhan Perikanan Kota Bitung. Ada puluhan kapal ikan yang berjejer terparkir karena menunggu dokumen SIPI keluar,” katanya, Jumat (13/7) lalu.

Kojoh mengatakan, jika 20 kapal ikan yang parkir mengurus SIPI, maka otomatis ada ratusan nelayan lokal yang menganggur menunggu dokumen itu keluar. 

“Semenjak Menteri Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan, nelayan lokal menjadi tumpuan perusahaan perikanan di Kota Bitung untuk memasok ikan. Tapi sayang terkendala di lamanya pengurusan SIPI,” lanjutnya.

Padahal kata dia, jika pengurusan SIPI tak memakan waktu hingga tiga bulan, sektor perikanan di Bitung bisa kembali bangkit. 

“Tapi kalau pengurusan SIPI terus begini maka pasti satu per satu perusahaan perikanana akan tutup karena terus kekurangan bahan baku,” ujar politisi Partai Nasdem ini.

Untuk itu dirinya berharap Menteri Susi memberikan perhatian soal lamanya waktu yang dibutuhkan mengurus SIPI. Karena berimbas pada menganggurnya nelayan lokal. 

“Intinya, saya sangat mendukung kebijakan Menteri Susi karena efeknya sudah dirasakan nelayan lokal. Sayangnya, pengurusan dokumen perlu dibenahi agar tak terlalu lama,” tandasnya. (tr-03/tan)

Kirim Komentar