13 Jul 2018 09:52

RSUD Mala Kehabisan Obat, Keluarga Pasien Mengeluh

MyPassion
Susanti Essing

MANADOPOSTONLINE.COM — Sejumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD di Mala mengeluhkan pelayanan kesehatan dalam fasilitas milik pemerintah ini. Pasalnya, banyak permintaan obat-obatan yang hendak ditebus di apotek rumah sakit tak dapat dipenuhi.

Salah seorang anggota keluarga pasien BPJS Kesehatan yang tak ingin namanya dikorankan menuturkan, ia harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli obat sesuai resep yang dianjurkan dokter di apotek lain. Hal ini disebabkan obat tersebut tak tersedia di apotek rumah sakit. " Senang ada BPJS. Namun sayang tak bisa digunakan. Obat mesti ambil di apotek luar dengan harga dikisaran 50 ribu hingga 80 ribu. Belum lagi ditambah ongkos transportasi (bentor). Bisa sampai ratusan ribu uang keluar. Kami bukan masyarakat berduit," ujarnya.

Direktur RSUD Mala dr Susanti Essing membenarkan perihal kekosongan sebagian obat. Upaya pembelian obat yang baru menurutnya sudah dilakukan. Namun terkendala proses pencairan anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). "Ada sebagian obat yang sudah abis. Kita terkendala proses pencairan di BPKAD. Menurut mereka, belum bisa dilakukan karena bupati masih berada di luar daerah. Jadi harus menunggu kedatangan beliau," jelas Direktur RSUD.

Ia berharap Pemkab memprioritaskan kebutuhan dan pelayanan di RSUD, agar pelayanan kesehatan prima dapat  diwujudkan. “Jangan samakan RSUD dengan instansi lain. Karena ketersediaan obat berhubungan erat dengan kehidupan pasien," tandasnya. (fik/gel)

Kirim Komentar