13 Jul 2018 10:04

Klan SVR Terancam `Disilet`

MyPassion
Stefanus Vreeke Runtu

MANADO—Imbas kekalahan di Pilkada 2018, klan Stefanus Vreeke Runtu (SVR) terancam tak akan diusung di Pileg 2019. SVR dan Careig N Runtu (CNR) kemungkinan bakal didepak dari daftar bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Golkar. Diketahui SVR masuk di bursa calon untuk DPR-RI, sementara CNR dapil Minahasa-Tomohon untuk DPRD Sulut.

 

Jurubicara Partai Golkar Sulut Feryando Lamaluta membantah kabar tersebut. “Penetapan di DPP baru akan dilakukan esok (hari ini). Tak ada yang seperti itu. Pak SVR masuk salah satu nama yang diusulkan Golkar,” beber Lamaluta.

Dia memaparkan, sepak terjang, latar belakang, serta ketokohan SVR di Golkar tak bisa dibantah. “Beliau adalah tokoh Golkar Sulut, mantan ketua DPD I, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, dan sangat berpengaruh di DPP. Tidak mungkin dicoret,” tukasnya.

Hanya saja dijelaskan Lamaluta, kewenangan penetapan calon dari Golkar ada di DPP. “Untuk DPR-RI kita mengajukan sembilan nama. Akan dipilih DPP enam nama untuk diisi dalam bacaleg,” sebutnya sembari membeber sembilan nama tersebut yakni Jerry Sambuaga, Djelantik Mokodompit, Aryanthi Baramuli Putri, Adrian Paruntu, SVR, Ririswati Katamsi, Marhany Pua, Ciprus Tatali, dan Adrian Tapada.

Sedangkan terkait posisi CNR di dapil Minahasa/Tomohon untuk DPRD Sulut diakui Lamaluta sedang dalam pertimbangan. “Kemungkinan diakomodir. Tim seleksi di daerah sedang menggodoknya. Sebelumnya CNR memang tak masuk dalam daftar calon karena fokus di Pilkada beberapa waktu lalu,” jelas Lamaluta.

Namun dia memastikan putri SVR yang akan bertarung di dapil Tondano Raya untuk DPRD Minahasa sudah final. “Okstesi Runtu sudah diajukan sejak lama. Telah disetujui DPP dan sudah final,” kuncinya.

Dari sumber yang diperoleh, sembilan nama untuk DPR-RI hanya akan dipilih enam. Untuk perempuan tak akan diganggu lagi. Artinya tinggal tujuh kandidat untuk menempati sisa kuota. Jerry Sambuaga, Djelantik Mokodompit, dan Adrian Paruntu hampir pasti ditetapkan sebagai calon DPR-RI dari Golkar. Sementara Tatali dan Tapada akan dikeluarkan.

Tinggal Marhany Pua dan SVR yang akan dipilih DPP. “Melihat jaringan SVR di pusat, bisa jadi SVR yang ditunjuk. Tapi Marhany Pua juga punya peluang karena sekarang tercatat sebagai pengurus DPD I Partai Golkar yang dipimpin Christiany Paruntu,” beber sumber. Lanjutnya, keputusan terakhir ada di tangan DPP. “Tapi bukan tidak mungkin bakal ada intervensi dari DPD I Sulut. Nama besar SVR juga pasti akan diperhitungkan,” tandasnya.

Terpisah, SVR saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan sebagai kader dirinya siap jika akan diusung ataupun diminta istirahat. “Penentuannya esok (hari ini). Sebagai kader saya siap saja apapun keputusan yang disampaikan kader. Kalau diminta maju ke DPR-RI, saya siap. Begitu juga kalau diminta istirahat,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Sulut ini memaparkan, persyaratan untuk daftar sebagai caleg DPR-RI di Partai Golkar sudah dipenuhinya. “Tinggal tunggu keputusan partai,” tukas mantan Bupati Minahasa dua periode ini. Sedangkan terkait kemungkinan CNR tak akan diusung, SVR mengatakan, putranya tersebut masih cukup muda. “Saya belum tahu kabar darimana itu. Tapi jika memang seperti itu, CNR masih muda. Karir politiknya masih panjang,” tutup SVR.(gel)

Kirim Komentar