13 Jul 2018 10:20

11 Bank Siap Danai Divestasi Saham Freeport

MyPassion
Ilustrasi

JAKARTA—PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan Freeport McMoran telah menyepakati harga divestasi saham PT Freeport Indonesia. Perseroan harus merogoh kocek USD 38,5 miliar atau setara Rp 53,9 triliun untuk mengubah porsi kepemilikan saham dari 9,36 menjadi 51,38 persen.

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, proses transaksi itu akan rampung dalam dua bulan. Nantinya, ada 11 bank yang ikut mendanai pengambil alihan saham itu. Hanya saja, dia memastikan porsi anggaran yang dikeluarkan dari holding pertambangan sebesar USD 1,5 miliar.

Sementara sisanya sebesar USD 2,35 miliar merupakan dana patungan dari 11 bank tersebut yang masih belum jelas berapa porsinya. "Sudah ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. Masih kita diskusikan porsinya (bank). Tapi inalum sendiri posisi cashnya sekiitar USD 1,5 miliar," ujar Budi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

Dari total pembiayaan USD 3,85 miliar, sebanyak USD 3,5 miliar akan dibayarkan kepada Rio Tinto yang memiliki hak partisipasi Freeport sebesar 40 persen. Sementara itu, sisanya sebesar USD 350 juta akan dibayarkan kepada PT Indocoopper Investama yang memiliki saham sebesar 9,36 persen.

Sementara itu, CEO Freeport McMoran Richard Adkerson mengatakan, dengan kepastian investasi Freeport di Indonesia maka turut mengerek penerimaan bagi pemerintah daerah maupun Indonesia. “Berdasarkan harga tembaga dalam masa datang antara USD 60 miliar hingga USD 90 miliar. Di bawah struktur yang baru maka lebih dari 70 persen dari keuntungan akan masuk ke pemerintah melalui pajak, royalti dan dividen ke Inalum,” urainya.

Presiden Joko Widodo menyambut baik kesepakatan divestasi 51 persen saham Freeport ke tangan BUMN Inalum. Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi lompatan besar bagi perjalanan Indonesia dalam 50 tahun terakhir. “Alhamdulillah. Ya seperti kita ketahui, Freeport Indonesia telah kelola tambang hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan Indonesia 9,36 persen,” ujarnya usai menghadiri puncak Hari Koperasi di ICE BSD, Tangerang, kemarin (12/7).

Jokowi menambahkan, upaya mengakuisisi 51 persen saham Freeport bukanlah hal yang mudah. Selama 3,5 tahun terakhir, upaya lobi antara pemerintah dengan pihak Freeport terus berlangsung alot. Bahkan, semakin intens dalam 1,5 tahun terakhir.  “Memang kita kerjain ini diem (diam-diam), karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah,” imbuhnya.

Dengan divestasi tersebut, mantan Walikota Solo itu berharap pendapatan yang diperoleh Indonesia dari hasil tambang bisa lebih besar. Baik dari pajak, royalty, defiden, hingga retribusinya. “Sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua. Kepentingan nasional harus dinomorsatukan,” tuturnya. Terkait teknisnya, Jokowi menyerahkan ke kementerian terkait. Yakni Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian ESDM. (jpnn/jpg)

Kirim Komentar