12 Jul 2018 13:45

Warga Bulawan Berang Tarif Air Naik

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Masyarakat Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan berang dengan tarif air minum yang terus naik. "Tarif air minum PDAM naik mendadak. Tanpa ada pemberitahuan, tiba-tiba langsung naik," ungkap Bustan Hasania, dengan nada kesal, kemarin.

Dia mengatakan, kaget dengan tagihan air yang mencapai Rp 70 ribu untuk satu bulan. Tadinya hanya Rp 35 sampai Rp 40 ribu.  Karena pemakaian air hanya  10 meter kubik setiap bulannya. "Ini ada apa? Kenapa tarifnya naik tiba-tiba naik. Pemakaian air pun tidak lebih dari biasanya. Setahu saya, jika ada biaya administrasi, itu hanya sekitar tiga ribu rupiah,"  katanya.

Dia mengharapkan, pihak PDAM berterus terang mengapa terjadi kenaikan. "Kalau ada kenaikan harus diberitahukan. Alasannya apa. Jangan diam saja," pintanya.

Sementara itu, Kepala PDAM Kotabunan Suriyani Radjamuda mengakui adanya kenaikan tarif air. Menurut dia,  kenaikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Nomor 04/PDAM-BM/SK/1/2018. Itu tentang penyesuaian biaya bagi pelanggan air minum PDAM Bolmong. "Memang biaya administrasi awalnya hanya Rp 4.500 per kubik. Sekarang sudah menjadi Rp 12.500. Demikian juga biaya meteran, dari Rp 3.000 menjadi Rp 7.500. Di bulan Juli, tarif air akan naik lagi. Pemakaian air 10 kubik, biasanya hanya Rp 2.900. Di bulan ini akan naik sampai Rp 4.500," bebernya. 

Menurut dia, jika pemakaian air dalam satu bulan melewati 10 kubik maka bayarannya dihitung Rp 7.500. "Kenaikan tarif tersebut sudah disampaikan kepada setiap pelanggan yang datang di kantor PDAM. Karena setiap pembayaran langsung di Kantor. Tida ada pungutan," dia memastikan. 

Dia pun berharap, masyarakat bisa memaklumi hal tersebut. Karena kenaikan tersebut sudah berdasarkan aturan yang ada. "Jadi, kenaikan tarif ini berdasarkan SK Bupati yang keluar dari bulan Februari. Kalau pemakaian air SK-nya keluar bulan Mei. Jadi bukan karena kemauan PDAM,” pungkasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar