12 Jul 2018 11:01

Tak Bertuan, Warga Bersikukuh Tempati Lahan KEK Bitung

MyPassion
Andrias Tirayoh

MANADOPOSTONLINE.COM — Aksi penyerangan yang dilakukan warga yang mendiami lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung Selasa (10/7), bukan tanpa sebab. Menurut sejumlah warga, tindakan itu dilakukan spontan karena alat berat mulai melalukan aktivitas dikawal Satpol PP di lahan KEK, padahal masih sementara berproses hukum. “Pemkot harusnya menghormati hukum karena kami sementara mengajukan gugatan dan itu sementara berproses,” kata sejumlah warga Rabu (11/7).

Menurut mereka, lahan yang mereka diami yang kini dijadikan lahan KEK oleh Pemkot Bitung adalah lahan tak bertuan. Sehingga, mereka tetap bersikukuh untuk menempati lahan itu. “Kami juga tak memiliki sertifikat, begitu juga Pemkot Bitung. Makanya kami ajukan gugatan atas klaim Pemkot menjadikan lahan itu sebagai lokasi KEK,” ungkap mereka.

Warga berharap, Pemkot menahan diri menunggu putusan pengadilan atas gugatan mereka. “Kalau memang nanti kami kalah di pengadilan maka tentu kami akan hormati putusan itu. Tapi jangan dulu ada aktivitas selama proses hukum berjalan," harap mereka.

Diberitakan sebelumnya, terjadi insiden penyerangan terhadap puluhan anggota Satpol PP yang melakukan pengawalan alat saat melakukan pematangan lahan untuk jalan utama KEK. Anggota Satpol PP kocar-kacir saat dihujani batu oleh warga, hingga pos pengamanan milik Satpol PP jadi sasaran massa.

Kepala Satpol PP Kota Bitung Adri Supit saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu siapa yang memerintahkan adanya aktivitas di lokasi itu. “Saya kurang tahu, mungkin bisa koordinasi dengan Adminstrator KEK Pak Handry Tirayoh, dia pasti tahu,” ucap Supit.

Sementara Kepala Adminstrator KEK Andrias Tirayoh sendiri membenarkan jika di lokasi ada aktivitas alat berat untuk melanjutkan pekerjaan proyek jalan poros KEK dari Pemerintah Provinsi Sulut. “Ya memang ada aktivitas dan untuk pengamanan oleh Pemkot Bitung,” katanya.

Ditanya apakah pekerjaan itu akan terus dilanjutkan kendati mendapat perlawanan dari warga, dia menyatakan akan tetap melanjutkan. “Rencananya seperti itu, pekerjaan akan tetap lanjut,” tandasnya. (tr-03/tan)

Kirim Komentar