12 Jul 2018 13:38

TKA di Mitra Terus Diburu

MyPassion
Robby Sumual

MANADOPOSTONLINE.COM — Masalah terkait adanya dugaan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di beberapa lokasi pertambangan di Kabupaten Mitra terus menuai sorotan. Bahkan sejumlah warga mendesak SKPD terkait segera melakukan pengecekan di lokasi pertambangan tersebut.  

"Ini harusnya ada perhatian dari pemerintah, khususnya dinas terkait. Harus dilakukan pengecekan langsung ke lokasi," ujar Denny Lumintang salah tokoh masyarakat Basaan. 

Selain itu, dia menilai peran dinas terkait tekesan lambat. Apalagi TKA sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. "Kami sudah sering dapati adanya TKA yang melakukan aktivitas pertambangan di Ratatotok. Ini patut dipertanyakan, kenapa dinas terkait terkesan diam. Apalagi tambang dimana mereka bekerja disinyalir tak memiliki izin," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Mitra Robby Sumual mengatakan, pihaknya sudah pernah mendapati adanya delapan TKA asal Tingkok. Namun mereka hanya bisa melakukan pemanggilan. Karena para TKA tersebut telah menunjukkan surat Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). "Dari laporan warga, kami lakukan pengecakan langsung di kos-kosan, tempat TKA tinggal. Namun saat diundang ke Kantor Disnakertrans, guna pemeriksaan lanjutan mereka tak kunjung datang," bebernya. Saat ini, menurut Sumual, sudah ada pihak Imigrasi yang turun. “Kami pun ikut membantu berkoordinasi, serta lakukan pemantauan dimana lokasi adanya TKA," jelasnya. 

Adapun diungkapkan Sumual, sejumlah lokasi tambang di Ratatotok, hanya perusahaan BLJ yang sah dan mempunyai Izin. Sedangkan sisanya ilegal. "Jadi banyak tambang merupakan tambang rakyat," tandasnya. (cw-01/gel)

Kirim Komentar